Friday, 12 September 2014

Karena Aku Selalu Memantaumu

Unknown | 15:53 |
Aku hilang dan bahkan tak kuucap kata
Dengan itu kamu mungkin menaruh benci 
Di saat engkau mendambaku dan akupun menghilang bagai debu dihembus oleh angin
 Di saat itu pula engkau bersandiwara
 Seolah nampak tak ada harapanmu yang tersisa untukku 
Padahal yang bermain hanyalah egomu
 
Mendambamu di negeri asingNegeri yang tak terjamah oleh siapapun 

Memilih sepi sebagai temanBercandapun garing 
Menangispun sudah kering

Suatu saat

 Saat malam menelanjangi semua misteri 
Begitu juga dengan dirimu
 Yang terus berlindung di balik palsunya keceriaan 
Engkau hanya terdiam dalam bisu
 Menahan rindu yang engkau nikmati
 Entah ini kebodohan ataukah kegilaan
Sampai kapan kamu bungkam dan bertahan

 Sedangkan hatimu sudah gelisah merindukan jiwa yang mengungsi lama di negeri asing

 Ingat bahwa engkau tak ada dalam dunia imajinasi
 Kamu juga tak dapat menjemput seseorang di alam mimpi
 Sembunyilah dari hadapankuJika dirimu sanggup menutupi nyatamu dari pantauanku
Aku memantaumu hingga tak satupun nyatamu sanggup sembunyi 

Layaknya siang yang terpantau cahaya sang surya dan layaknya malam yang diselimuti cahaya rembulan

 Kamu tak mampu mengelak rindumu
 Karena aku selalu memantaumu

Share this article

0 komentar:

 
Copyright © 2015 PENA KEARIFAN
Blogger Templates | Template Design By BTDesigner