Aku hilang dan bahkan tak kuucap kata
Dengan itu kamu mungkin menaruh benci
Di saat engkau mendambaku dan akupun menghilang bagai debu dihembus oleh angin
Di saat itu pula engkau bersandiwara
Seolah nampak tak ada harapanmu yang tersisa untukku
Padahal yang bermain hanyalah egomu
Mendambamu di negeri asingNegeri yang tak terjamah oleh siapapun
Memilih sepi sebagai temanBercandapun garing
Menangispun sudah kering
Suatu saat
Saat malam menelanjangi semua misteri
Begitu juga dengan dirimu
Yang terus berlindung di balik palsunya keceriaan
Engkau hanya terdiam dalam bisu
Menahan rindu yang engkau nikmati
Entah ini kebodohan ataukah kegilaan
Sampai kapan kamu bungkam dan bertahan
Sedangkan hatimu sudah gelisah merindukan jiwa yang mengungsi lama di negeri asing
Ingat bahwa engkau tak ada dalam dunia imajinasi
Kamu juga tak dapat menjemput seseorang di alam mimpi
Sembunyilah dari hadapankuJika dirimu sanggup menutupi nyatamu dari pantauanku
Aku memantaumu hingga tak satupun nyatamu sanggup sembunyi
Layaknya siang yang terpantau cahaya sang surya dan layaknya malam yang diselimuti cahaya rembulan
Kamu tak mampu mengelak rindumu
Karena aku selalu memantaumu
Dengan itu kamu mungkin menaruh benci
Di saat engkau mendambaku dan akupun menghilang bagai debu dihembus oleh angin
Di saat itu pula engkau bersandiwara
Seolah nampak tak ada harapanmu yang tersisa untukku
Padahal yang bermain hanyalah egomu
Mendambamu di negeri asingNegeri yang tak terjamah oleh siapapun
Memilih sepi sebagai temanBercandapun garing
Menangispun sudah kering
Suatu saat
Saat malam menelanjangi semua misteri
Begitu juga dengan dirimu
Yang terus berlindung di balik palsunya keceriaan
Engkau hanya terdiam dalam bisu
Menahan rindu yang engkau nikmati
Entah ini kebodohan ataukah kegilaan
Sampai kapan kamu bungkam dan bertahan
Sedangkan hatimu sudah gelisah merindukan jiwa yang mengungsi lama di negeri asing
Ingat bahwa engkau tak ada dalam dunia imajinasi
Kamu juga tak dapat menjemput seseorang di alam mimpi
Sembunyilah dari hadapankuJika dirimu sanggup menutupi nyatamu dari pantauanku
Aku memantaumu hingga tak satupun nyatamu sanggup sembunyi
Layaknya siang yang terpantau cahaya sang surya dan layaknya malam yang diselimuti cahaya rembulan
Kamu tak mampu mengelak rindumu
Karena aku selalu memantaumu
0 komentar:
Post a Comment