Seorang pengelana di padang tandus ratapan pencarian
Bingung dirinya menafsir arah tujuan
Lamunannya dilumuri kenangan pahit kehidupan
Hatinya ibarat bebatuan dengan corak retakan
Risau dan gelisah adalah sahabat perantauannya
Berjalan tanpa kompas keyakinan yang menuntunya
Dirinya jauh menerobos lorong kebingungannya
Menyapa topeng-topeng fatamorgana
Sepi sunyi yang dihampirinya, tak ada jawaban tak ada makna
Hanya hening
Hanya kebisuan
Tak ada cahaya
hanya kegelapan
Tak ada ekspresi yang muncul di wajah bekunya
Yang nampak hanyalah kekosongan tanpa ekspresi
Jika keberadaan ibarat kekosongan
Maka dirinya sudah sampai dipuncak keberadaan
Menurutnya semuanya sama
Yang beda hanyalah dimensinya
Sedangkan dimensi adalah ketunggalan
Sedangkan ketunggalan adalah kekosongan yang bermakna
Ternyata Kamu adalah maknanya?
Sedangkan dirinya hanyalah penafsir
Tetapi apakah penafsir yang menemukan makna?
Ataukan makna yang menemukan penafsir?
Lagi-lagi dirinya terjebak dalam dimensi kekosongan yang multi-makna
Inilah hikmah yang tak dapat disangkal...
Temukan..temukan..temukan...
read more...