Tuesday, 4 August 2015

IDE TENTANG SEBUAH BISNIS

Unknown | 21:44 | Be the first to comment!

Ide bisnis dan peluang usaha ! Inilah hal yang sangat penting bagi teman-teman yang ingin menemukan karakternya dalam dunia entrepreneur. Sehingga pertanyaan pertama yang muncul adalah “Jenis usaha apa yang ingin kita jalankan ?” Pertanyaan ini adalah langkah awal bagi teman-teman untuk kelanjutan usaha yang ingin dijalankan, yakni menemukan ide bisnis atau peluang usaha.

Perlu diketahui bahwa ada begitu banyak ide bisnis yang ada disekitar kita. Ide bisnis berasal dari analisis cermat terhadap tren pasar dan kebutuhan konsumen dari beberapa karakter kelas sosial (status sosial), meskipun juga ada ide bisnis yang bisa ditemukan secara tidak sengaja. Jika anda tertarik memulai sebuah bisnis, tetapi tidak tahu mengenai prodak apa atau jasa apa yang akan and tawarkan, maka and perlu untuk mengeksplorasi cara-cara untuk mendapatkan ide bisnis atau peluang usaha.
CARA IDE BISNIS MENENTUKAN SEBUAH
Ø  Bertanya kepada diri sendiri dan temukanlah inspirasi
Apakah Anda memiliki bakat atau potensi yang  bisa menjadi dasar dari bisnis yang menguntungkan? Seorang mahasiswa yang kini menjalankan bisnis toko online pertama kali mendapatkan ide tentang binisnya ketika ia bersama temannya melewati deretan distro di sekitar kampus (perumpamaan). Temannya mengatakan: “Mengapa kamu tidak menawarkan jasa pembuatan web/blog toko online pada mereka ini?” Lalu, ia mulai berpikir, saya hanya bisa membuat web/blog toko online sederhana, tapi tidak salah dicoba. Awalnya ia berhasil menjual beberapa model toko online sederhana, namun seiring waktu ide tersebut berkembang dan akhirnya ia memutuskan menjalankan bisnis toko online sendiri.

Untuk menemukan ide bisnis yang layak, tanyakan pada diri sendiri, "Apa yang bisa saya lakukan, apa kemampuan yang saya miliki dan orang akan bersedia membayar produk atau jasa saya tersebut?"

Ø Pikirkan tentang apa yang lagi ngetrend saat ini lalu bereksplorasilah dengan mengkombinasikan banyak hal
Jika Anda membaca atau menonton berita secara teratur dengan penuh minat, maka Anda akan takjub melihat betapa banyak ide tentang peluang bisnis yang dapat anda temukan sambil terus melakukan survey sederhana dengan mengamati beberapa tempat sentra-sentra bisnis dengan menganalisa bahwa “apa yang lagi ngetrend tetapi belum diekspos atau belum ada jenis usaha yang menawarkannya sebagai sebuaah prodak atau jasa?”. Dengan mengikuti perkembangan berita sambil terus melakukan aktivitas, Anda dapat  mengidentifikasi tren pasar, mode baru, berita industri - dan kadang-kadang hanya ide-ide baru yang memiliki kemungkinan tentang sebuah peluang bisnis yang menguntungkan. Misalnya, memasyarakatnya penggunaan gadget telah menciptakan peluang bisnis baru. Bila Anda baru saja membeli sebuah IPAD, anda akan segera membutuhkan anti gores dan sarung Ipad. Butuh kombinasi ide dari beberapa temuan-temuan kita dilapangan dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat disekeliling kita ditambah dengan beberapa info-info yang anda saksikan di TV dan lewat browsing di internet.

Ø  Up grade kapasitas lewat pembinaan dan pelatihan forum-forum atau komunitas entrepreneur
Sebuah bisnis atau usaha tidak bisa juga tanpa ada kemampuan dasar kita dalam strategi pengelolaan, karena biar pun usaha kita itu menarik jika kurang terekspoks dikarenakan oleh kemampuan pengelolaan kita yang masih minim maka pastilah usaha kita tidak akan bisa berkembang dan tidak mampu bersaing. Hal inilah yang menjadi dasar dari beberapa forum-forum entrepreneur untuk mengadakan semacam pelatihan-pelatihan SDM seputar entrepreneurship dan juga dengan beberapa kombinasi-kombinasi dari komunitas-komunitas entrepreneur yang bisa menjadi pasar empuk untuk pengembangan usaha anda kedepannya.


Salah satu forum yang akan kami tawarkan adalah revolution of money yang menawarkan kepada anda beberapa pelatihan-pelatihan untuk mengupgrade kapasitas teman-teman di bidang entrepreneurship dn leadership .
read more...

Tuesday, 28 July 2015

REVOLUTION OF MONEY (BELAJAR BERMAIN DENGAN UANG)

Unknown | 00:43 | Be the first to comment!

Kita mungkin pernah mengalami masalah keuangan dan dengan hal itu semua keinginan yang kita ingin raih berhenti di tengah jalan hanya karena persoalan kita tidak memiliki banyak uang untuk mengejar semua impian kita. Tetapi jangan khawatir dengan semua itu karena kami hadir untuk memberikan solusi terhadap masalah anda.

Dengan mendaftar di program kami, maka anda berhak mendapatkan tools sebagai berikut :
  •        Bagaimana membuat uang bekerja untuk kita ?
  •       .Bagaimana uang mengejar kita ?
  •       .Bagaimana membuat perternakan uang ?
  •        Bagaimana memulai usaha tanpa modal ?
  •        Bagaimana memulai usaha hanya dengan modal relasi ?
  •         Fasilitas Modal Usaha 1 juta (bertahap dan berproses)
  •         Akun bisnis serta sertifikat.


Segera daftarkan diri anda dengan biaya registrasi 350,000 dan jika anda tidak mendapatkan manfaat dalam kegiatan ini maka anda berhak untuk mendapatkan biaya registrasi anda kembali.

Saatnya mengubah hidup anda dengan menguasai permainan UANG.

Untuk registrasi hubungi kami di 08114459000 (abang fikri) – pendftaran mulai 2 agustus – 18 agustus 2015, tempat pelaksanaan di Coffee Loverz Jl urip sumeharjo Samping kampus UMI.


Khusus pendaftar 10 orang pertama akan mendapatkan fasilitas pendampingan khusus.
read more...

Sunday, 7 June 2015

MARI BERKOMUNITAS UNTUK KESEJAHTERAN BERSAMA

Unknown | 03:29 | Be the first to comment!

SILAHKAN IKUTI LANGKAH-LAHKAH DI BAWAH INI JIKA SUDAH MEMBACA ARTIKEL KAMI, LANGSUNG SAJA DI KLIK

2. START

Kesejahteraan ? yah setidaknya itulah yang ingin saya diskusikan kepada teman-teman pemerhati sosial. Secara umum terdapat dua hal yang melatar belakangi perubahan sosial. Pertama, adanya keyakinan bahwa perubahan sosial itu merupakan proses dari seleksi alam, yang berkembang secara linier dan progresif dari tahap satu ke tahap lain. Kedua, perubahan sosial itu berlangsung dengan baik dan menjamin semua kepentingan masyarakat kalau ada intervensi, dengan demikian terjadi perkembangan linier dan progressif. Perubahan yang berlangsung atas seleksi alam itu, kalau dibiarkan akan berakibat pada proses dehumanisasi. Baik keyakinan pertama maupun kedua, masing-masing berkembang dengan dinamikanya sendiri yang berbeda satu sama lain terutama  tentang penjelasan sebab terjadinya perubahan. Namun pada akhirnya keduanya mencapai titik yang sama, yakni masyarakat itu berkembang melalui proses bertahap menuju perkembangan yang lebih baik
Diskursus tentang kesejahteraan sudah cukup lama, bahkan pada jaman Yunani dan Romawi kuno pun diskursus seperti ini sudah banyak dilakukan oleh para filosof saat itu. Perdebatan tersebut berawal dari keyakinan para kaum intelektul tentang perubahan sosial yang tak pernah berhenti dalam kehidupan manusia. Perdebatan keyakinan tentang perubahan sosial tidak dapat dipisahkan dari pencapaian tujuan hidup yang dianggapnya lebih baik, tentangnya pada umumnya orang menyebutnya dengan  sejahtera (well being). Bukahkan segala aspek materil selalu bergerak dan memiliki kecendrungan untuk menyempurna, namun pun demikian tetap harus ada proses yang dilalui untuk mengaktualkan syarat untuk menyempurna, ibarat kita menuju pada tahap kejejahteraan sosial tentunya semua melalui fase-fase gerak dari satu gerak ge gerak yang lain sampai syarat kesejahteraan sosial itu teraktual kemudian teraktual jugala secara niscaya kesejahteraan sosial yang kumaksud.
Pemikiran filosof awal, Heraklitus, menjelaskan bahwa proses perubahan alami itu terjadi secara dialektis. Perubahan merupakan benturan dari unsur-unsur yang berlawanan dalam kehidupan masyarakat, yang pada akhirnya membawa kematangan dalam kehidupan yang lebih baik. Penjelasan interventif diawali dari pemikiran Plato yang mengangankan tatanan masyarakat yang sempurna (utopia). Guna mencapai tujuan itu, intervensi kekuasaan diperlukan untuk mengatur perkembangan yang lebih baik dan manusiawi. Kedua pemikiran ini selanjutnya mewarnai pemikiran-pemikiran berikut tentang perubahan masyarakat yang diharapkan di masa datang. Para pemikir penganut keyakinan perubahan non interventif dapat dibagi menjadi dua. Pendapat pertama, perubahan linier progressif itu terjadi karena kehendak kekuatan alam yang diluar jangkauan manusia. Masyarakat itu selalu berubah secara dinamis, yakni ada, berevolusi menjadi dewasa (matang) lalu hancur dan berikutnya tumbuh lagi seperti perubahan dalam mikro organisme (Medgley, 2005:59)
Selanjutnya ketika kita memahami bahwa perubahan itu sifatnya dialektis dan tidak abadi maka tentunya kita juga pastinya memahami bahwa ada sisi di mana kita harus berjuang dan ada sisi di mana kita harus bertahan, dalam hal ini, kita berjuang ketika dalam kondisi belum mengalami kesejahteraan dan ketika  kita sudah sampai di puncak kesejahteraan maka tentunnya kita harus bertahan jika tidak ingin dilibas oleh arus gerak perubahan itu sendiri. Ada yang bertahan di posisi dan ada pula yang bertahan dengan cara terus maju melejit kedepan.

            Saya ingin memberikan ilustrasi sederhana tentang masalah pencapaian kesejahteraan! Seperti ini maksud saya; segala hal yang ingin kita capai tentunya sangatlah berat ketika kita hanya sendiri melakoninya seperti halnya juga dengan gambaran kesejahteraan. Kita akan teraniaya secara kondisi oleh impian kita yang sedemikian besar tentang sebuah pencapaian besar karena target yang besar membutuhkan energi yang besar pula. Beda halnya jika kita membangun afiliasi atau kerjasama dalam hal pencapaian tujuan, asalkan rekan kita sevisi dan semisi dengan kita. Untuk menemukan teman sevisi dan semisi serta punya komitmen  yang ingin berproses bersama perlu dukungan atau sebuah wadah di mana kita berkumpul bersama, berjuang bersama, senasib sepenanggungan. Jangan biarkan diri anda terlena sendiri dalam perjuangan hidup menuju kesejahteraan, karena semua orang tentunya menginginkan hal yang sama juga; yaitu ingin sejahtera seperti keinginan kita.
            Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman yang masih berproses menuju kesejahteraan. Kami menawarkan programafiliasi dalam membangun komunitas demi tujuan yang sama yaitu pencapaian kesejahteraan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali (VISASIA ENTREPRENEURINDONESIA) :



SELAMAT MENCOBA DAN KAMI SELALU TERBUK UNTUK BERPROSES BERSAMA DEMI KESEJAHTERAAN BANYAK ORANG.


read more...

Tuesday, 20 January 2015

EKONOMI GOTONG ROYONG DAN POIN SYSTEM SOLUTIONS

Unknown | 12:52 | Be the first to comment!
EKONOMI GOTONG ROYONG DAN POIN SYSTEM SOLUTIONS









Hari ini kita mestinya harus menyatukan visi demi menggagas konteks keadilan social di tengah kompleksitas problematika bangsa, apatahlagi hari ini ini kondisi yang harus kita matangkan adalah kesiapan UKM kita dalam menjawab tantangan Globalisasi, Jika ingin unggul dalam Masyarakat  Ekonomi ASEAN yang diterapkan pada tahun 2015 ini, Indonesia harus membenahi sejumlah sektor terutama  perdagangan. Saat ini, posisi dagang  Indonesia di pasar ASEAN masih rendah yakni, hanya 12% dari total nilai dagang ASEAN. Di lihat dari sisi kompetensi, Indonesia memiliki sejumlah potensi yakni, memiliki populasi terbesar di ASEAN dengan kekayaan alam yang melimpah. Pembentukan Masyarakat Ekonomi  ASEAN (MEA) 2015 bukanlah sebuah proyek “mercusuar” tanpa roadmap yang jelas. MEA 2015 adalah proyek  yang telah lama disiapkan seluruh anggota ASEAN dengan visi yang kuat. Pertanyaannya : Sejauh mana kesiapan dunia usaha di Indonesia  dalam menghadapi era MEA 2015?

Ini justru malah menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai rasa nasionalisme kita hari ini, sehingga seluruh lapisan masyarakat dari segala kelas social haruslah terlibat dalam mewujudkan ekonomi yang mampu mensejahterakan secara proporsional seluruh lapisan masyarakan yang dimana dikomandoi oleh rasa nasionalisme yang bertanggung-jawab. Apabila kita cermati keadaan yang terjadi di sekitar lingkungan kita, masyarakat kecil atau masyarakat kelas bawah ternyata bukanlah masyarakat yang secara keseluruhan hanya mampu menggantungkan kehidupannya pada pihak lain, dalam hal ini terutama pada pemerintah. Mereka juga bukan seluruhnya dapat dikatakan akan menjadi beban pembangunan bangsa. Kenapa bisa dikatakan seperti itu, bukan lain karena diantara mereka juga pada dasarnya tumbuh semangat untuk mandiri dan lepas dari ketergantungan pada pihak lain. KLIK

Salah satu contoh kemandirian yang mampu kita nilai adalah sikap para pedagang kaki lima ternyata menunjukkan bahwa mereka mampu eksis di tengah gelombang terpaan krisis ekonomi yang terjadi. Jelas sikap kewirausahaan semacam itu akan cukup signifikan bagi peningkatan kemampuan masyarakat secara keseluruhan. Sedangkan di beberapa kota lainnya, kita bisa menyaksikan, betapa di jalan-jalan utama kota tadi, kini telah tumbuh pusat-pusat ekonomi informal yang juga ternyata mampu membantu menaikan pendapatan ekonomi warga masyarakat serta diyakini kedepannya akan berimplikasi pada peingkatan kehidupan dan kesejahteraan para pedagang yang ada di sana. LIHAT

Makanya tidak seluruhnya benar ungkapan yang mengatakan bahwa penyebab keterpurukan ekonomi bangsa ini adalah karena adanya ketidakmampuan untuk menumbuhkan modal (capital). Dari segi ekonomi, modal adalah memang salah satu kekuatan pertumbuhan ekonomi. Namun tanpa dibarengi dengan kekuatan untuk berusaha dengan keras, tetap saja akan kurang signifikan dengan peningkatan produktivitas. Sebagaimana para pedagang kaki lima tadi, dengan modal terbatas, akhinya mereka tetap mampu eksis. Dengan mereka eksis, minimal mereka akan mampu memenuhi kebutuhan-kebuuhan dasar kehidupan keluarganya. Diharapkan dari peningkatan tersebut, akan meningkatkan pula kesejahteraan keluarga mereka. Dengan begitu, pemerintah tinggal mendorong semangat berwirausaha ini menjadi semangat kolektif yang terus pula dikembangkan menjadi lebih luas lewat pembinaan-pembinaan kelompok usaha-kelompok usaha yang ada di masyarakat, atau paling tidak memberikan arahan-arahan bagi pengembangan usaha mereka secara personal.

Akan tetapi hal itu belum cukup untuk membangun pondasi ekonomi yang kuat di negeri kita ini karena masih dalam taraf pemenuhan kebutuhan personal semata sehingga orang melakukan upaya kreatif masing-masih dalam menjawab problematika ekonominy atau sederhanya adalah nilai-nilai abbulo sibitang (gotong royong) tidak nampak dari pola itu.

Gotong royong yang kami maksud diatas adalah pola komunikasi yang terbangun dan terpola dalam bentuk system yang lebih canggih dan sederhana dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan pola mengorganisir setiap peluang dan setiap potensi (sharing-profit). Kami justru malah menawarkan anda IT STAFFING SOLUTIONS, walaupun terkesan mempromosikan organisasi kami, akan tetapi ini adalah upaya penafsiran kami tentang gotong royong dalam kacamata ekonomi. Kami menawarkan sebuah komunitas yang memang bergerak dalam bidang pengorganisiran UKM, dimana pola itu terdiri darai anggota komunitas sebagai konsumen loyal dan UKM yang juga sebagai anggota komunitas menawarkan diskon dalam bentuk sharing-profit.

Komunitas yang kami maksudkan diberikan pembelajaran tentang konsep pembeda antara kebiasaan Asset & Liabilitas. Selama ini hampir semua pola membelanjakan Uang senantiasa diarahkan pada gaya konsumtif semata. Tetapi di Komunitas kami gaya belanja konsumtif justru di geser orientasinya sebagai upaya pembangunan Asset personal. Dengan demikian maka setiap Anggota komunitas Menjadi Custumer personal sekaligus menjadi custumer Getter bagi mitra usaha kami sehingga modal (capital) dalam membangun sebuah asset yang mandiri bukan lagi menjadi kendala dengan prinsip gotong royong yang kami tawarkan apalagi semuanya di dukung oleh system IT yang professional dalam bentuk POIN SYSTEM SOLUTIONS.

Mari bergabung di komunitas kami hanya di www.visec.or.id dan untuk melihat usaha yang sudah berpartisipasi bersama kami hanya di www.visasia.id.


KLIK GAMBAR DI BAWAH INI UNTUK LEBIH LENGKAPNYA





Support by : VISASIA ENTREPRENEUR INDONESIA

read more...

Friday, 16 January 2015

Opportunity Cost : KESALAHAN TERSELUBUNG YANG BISA MENGHANCURKAN HIDUP ANDA

Unknown | 11:11 | Be the first to comment!
Opportunity Cost : Kesalahan Terselubung yang Bisa Menghancurkan Sejarah Hidup Anda

KOMUNITAS ENTREPRENEUR INDONESIA




Opportunity cost mungkin secara sederhana bisa dipahami seperti ini : kerugian fatal yang terjadi gara-gara kita tidak melakukan sesuatu. Atau juga seperti ini : kerugian masif yang terjadi lantaran kita melakukan sesuatu yang keliru selama bertahun-tahun. KLIK

Dan kabar muramnya : begitu banyak jalan sukses menjadi lenyap karena kita terpeleset dalam blunder opportunity cost yang masif. Atau kita begitu terlambat menggapai keberhasilan (mungkin setelah mendekati usia pensiun) hanya karena kita tidak sadar dengan jebakan opportunity cost.

Di pagi yang cerah ini kita mau mengulik serangan opportunity cost ini. Sebab, kita semua, mungkin hingga hari ini telah lama tenggelam dalam blunder opportunity cost yang melenakan sehingga berefek terhadap diri kita seperti niat malas untuk melakukan sesuatu.

Sejatinya, ada banyak contoh opportunity cost bertebaran disekeliling kita : dalam dunia sekolah, dunia kerja dan juga dunia keuangan pribadi kita. Dalam dunia kuliah, contohnya : ada orang yang kuliah teknik sipil selama 5 tahun. Setelah lulus jadi pedagang batik. Ada orang kuliah hukum, setelah lulus jadi sales asuransi. Ada anak lulus fakultas pertanian, lalu bekerja di pabrik sepatu. Ini membuktikan bahwa kebanyakan orang melakukan hal yang justru tidak memiliki target prioritas pencapaian yang dimenej secara progresif.

Itu semua adalah contoh opportunity cost yang masif : waktu belajar selama 4 – 5 tahun di kampus menjadi hilang sia-sia. Waktu 5 tahun yang krusial digunakan untuk belajar sesuatu yang kelak tak lagi terpakai secara optimal (atau bahkan tidak terpakai sama sekali).

Lalu kenapa harus spend waktu yang begitu panjang (hingga 5 tahun lamanya) untuk sebuah kesia-siaan? Waktu 5 tahun yang teramat berharga menjadi mubazir (mungkin ini kenapa dulu Steve Jobs, Bill Gates dan Zuckerberg memilih D.O : mereka mungkin sadar akan bahaya opportunity cost itu).
Dalam duniakerja, contohnya : ada teman yang 8 tahun kerja di tempat yang sama, dan karirnya stuck : tidak bergerak kemana-mana. Stagnasi karir selama 8 tahun itu adalah opportunity cost yang mahal bagi dia. “Periode yang hilang” dalam sejarah hidupnya. Jika ia berani pindah ke perusahaan yang lain yang tumbuh, mungkin karir dia akan jauh lebih baik.

Ada juga contoh lain : seorang manajer berhasrat memiliki bisnis sampingan. Ide bisnis sudah dirancang, dan observasi pasar menunjukkan potensi sangat menjanjikan. Hanya soalnya : ide bisnis yang keren itu tidak pernah ia eksekusi (mungkin lantaran terlalu banyak dipikir, dianalisa, dipikir lagi, dianalisa lagi). 4 tahun sudah berlalu, dan ide bisnis itu tak jua kunjung di-jalankan. Dan sepanjang masa 4 tahun ini, ide bisnisnya sudah keburu dijalani oleh orang lain yang punya ide sama dan sukses. Opportunity cost yang mahal bagi si manajer itu. Kini ia hanya bisa manyun.

Dalam bidang keuangan personal, banyak sampel juga. Ada orang yang punya tabungan 200-an juta. Ia lalu memutuskan untuk mengambil kredit mobil Mitsubishi Pajero Sport (keren dong). Rekannya punya tabungan yang hampir sama. Hanya ia lebih memilih menggunakan uangnya untuk membeli reksadana saham.

Apa yang terjadi 3 tahun kemudian? Nilai reksadana temannya itu naik hampir 100%. Sementara mobil Pajero-nya yang keren itu mengalami depresiasi (mungkin sekitar 30% dari hari belinya). Dari contoh ini kita bisa melihat : siapa yang mengalami opportunity lost yang masif.

Dari beragam sampel diatas, kita bisa melihat opportunity cost terjadi karena dua hal. Yang pertama : salah mengambil pilihan. Yang kedua : tidak berani mengambil pilihan.
Apapun jenisnya, jebakan opportunity cost ini yang acap membuat jalan sukses kita menjadi buram dan redup. Kita tidak meraih sukses dan tidak berhasil merajut kemakmuran yang melimpah bukan karena kita bodoh atau lantaran tidak punya skills.

Kita acapkali gagal lantaran kita terpelanting dalam jebakan opportunity cost yang teramat panjang dan sering tanpa disadari. Hal itu justru menjadi kendala yang amat seriu bagi anda karena apapun yang anda hadapi sesungguhnya yang anda hadapi adalah diri dan kemampuan anda sendiri.

Dan sialnya, ketika sadar, kita tetap membiarkan diri dalam kubangan opportunity lost itu, dan menikmatinya hingga entah sampai kapan. Saran kami adalah jagan tinggal diam dan tetap lakukanlahy sesuatu yang bermanfaat. Ketika anda kesulitan maka mari bergabung dengan kami di www.visec.or.id, atau join langsung di menu daftar kami yang tertera di pojok kanan atas blog ini, setelah itu klik kata berikutnya di pojok kiri bawah. Maka jangan heran jika orang-orang menyambut anda dengan ucapan selamat anda adalah orang yang sudah menaklukkan hidup anda.

Mari kita bersama dalam langkah dan tujuan kedepan bersama VISEC, dan ketika anda tak pahami itu maka anda termasuk orang yang tidak gaul dalam pergaulan BOLEH DI BILANG KAMU KUNO KALO TAK KENAL www.visec.or.id, saya sudah membuktikannya, sekarang giliran anda join bersama komunitas yang bisa membuat anda tak salah dalam melangkah dalam menata konteks pencapaian masa depan yang gemilang, hanya di www.visec.or.id, LAKUKANSEBELUM ANDA MENYESAL DAN MELIHAT SELURUH ORANG YANG TELAH MEMBUKTIKANNYA.

KLIK GAMBAR DI BAWAH INI:

Happy Monday, my friends. Discover Your Opportunity. Discover Your Future Life.
Referensi

http://strategimanajemen.net/

Support by : VISASIA ENTREPRENEUR INDONESIA
read more...

Thursday, 15 January 2015

GERAKAN BELI INDONESIA

Unknown | 16:25 | Be the first to comment!
Oleh : Eky_Casanova

GERAKAN BELI INDONESIA
KOMUNITAS ENTREPRENEUR INDONESIA


    Jika ingin unggul dalam Masyarakat Ekonomi Asean yang di terapkan pada tahun 2015 ini, Indonesia harus membenahi sejumlah sector terutama perdagangan. Saat ini, posisi dagang Indonesia di pasar ASEAN masih rendah, yakni hanya 12 % dari total nilai dagang ASEAN. Dilihat dari sisi kompetensi , Indonesia memiliki sejumlah potensi yakni, memiliki populasi terbesar di ASEAN dengan kekayaan alam yang melimpah.


Pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 bukanlah sebuah proyek “mercusuar” tanpa roadmap yang jelas. MEA 2015 adalah proyek yang telah lama disiapkan seluruh anggota ASEAN dengan visi yang kuat.


PERTANYAANNYA : SEJAUH MANA KESIAPAN DUNIA USAHA DI INDONESIA
DALAM MENGHADAPI ERA MEA 2015?

Era globalisasi adalah era keterbukaan. Dimana batas-batas sebuah Negara yang secara fisik terpisah, menjadi terbuka. Keterbukaan ini mengandung makna bahwa sebuah Negara dapat melakukan kegiatan baik dalam bidang ekonomi, social atau budaya di tanah Negara lain. Untuk menyambut era globalisasi, tentunya sebuah Negara harus melakukan persiapan yang matang. Termasuk diantaranya persiapan terhadap media komunikasi, dan dalam hal ini penggunaan computer dan internet menjadi tokoh utama.

Kendala yang menjadi dilema kita hari ini khususnya bagi para pelaku usaha dan para entrepreneur adalah media Informasi dan Teknologi. Sejauh mana kita paham dengan system IT ? dan apakah kita punya daya dalam menjawab hal tersebut? Selanjutnya adalah apakah anda sudah memiliki komunitas yang menggunakan systemIT?


Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Sampai saat ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas di seluruh dunia. Oleh karena itu, globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.

Dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan. Kreativitas itu sendiri merupakan kemampuan berpikir yang memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian yang ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa, selalu mencari pengalaman baru, serta menghargai diri sendiri dan orang lain. Sedagkan, kemandirian sendiri merupakan kunci utama bagi individu untuk mampu mengarahkan dirinya ke arah tujuan kehidupannya. Dari deskripsi di atas, dapat dikatakan bahwa tenologi informasi dan komunikasi memberikan peluang untuk berkembangnya kreativitas dan kemandirian masyarakat. Masyarakat juga akan memperoleh berbagai informasi dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga dapat meningkatkan wawasannya. KLIK


Penggabungan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang sistem informasi. Data atau informasi zaman dahulu harus memakan waktu berhari-hari untuk diolah sebelum dikirimkan ke sisi lain di dunia, yang saat ini dapat dilakukan hanya dengan hitungan detik. Hebat, bukan??? Coba bayangkan ketika teknologi komputer dan telekomunikasi ini dikombinasikan ke dalam sebuah wadah Komunitas yang punya visi dan misi kebangkitan nasional disegala bidang???

Banyak industri kreatif seperti perhotelan (penginapan), industri kerajinan (cendera mata) dan sebagainya butuh konsep yang jelas. Selanjutnya industri-industri ini akan berdampak pada sektor-sektor lain seperti industri restoran yang akan berdampak pada pertanian, industri jasa perjalanan berdampak pada usaha catering dan sebagainya. Semuanya membutuhkan daya finansial dan dukungan (Komunitas) yang mendorong munculnya berbagai aktivitas ekonomi kecil seperti kedai minum, restoran kecil, toko cendera mata, jasa penyewaan peralatan snorkling, diving, jetski, boat, jasa penyewaan motor, mobil, penyedia translater, warung internet, pedangan asongan, pedagang buah-buahan dan kegiatan ekonomi lainnya, dengan sendirinya akan menyerap tenaga kerja. Bayangkan jika kesemuanya itu kita padukan dalam komunitas yang sudah mengkombinasikan sistem teknologi informasi dan kekuatan solidaritas antar komunitas yang sudah menjalin komunikasi yang berbentuk sharing-knowledge???

Menjawab hal yang kami gambarkan diatas justru sedikit agak sulit bagi pembaca, akan tetapi kami mencoba menawarkannya dalam bentuk IT yang anda bisa akses langsung di www.visec.or.id, bisa juga di visasia.id, sedikit gambaran singkat kami sebagai berikut :




Hanya dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan Komunitas Entrepreneur VISASIA sudah mencapai Anggota sebanyak 5,000-an partisipan yang tercatat dalam database kami dan telah menyelenggarakan Kegiatan-Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan yang berkenaan dengan pengembangan karakter dan kompensi SDM di bidang Financial Development, serta Menyususn  Rumusan kurikulum edukasi kepada setiap Anggotanya dalam wadah Komunitas Bisnis.





Impian dan pekerjaan kami adalah mengembangkan potensi e-commerce di Indonesia. Saat ini kami hadir dengan e-commerce platform yang membuat semua orang mendapatkan manfaat dari transaksi jual beli yang terjadi antar Anggota Komunitas dan Pelaku Usaha. Dengan Teknologi, kami mengembangkan sebuah system yang reliable, beautiful, smart, dan successful dengan mudah.


Dengan terbentuknya komunitas dan sistem yang berbasis teknologi informasi pada Website Supporting PT. FORTINUSA akan menjadikan VISASIA.ID sebagai sarana transaksi antar Anggota Komunitas dan Pelaku Usaha yang terdiri dari Masyarakat dan pelaku Usaha yang terdiri dari masyarakat Indonesia. Dengan prinsip gotongroyong yang diterapkan oleh komunitas kami sehingga terwujudlah dalam interaksinya yang disebut dengan sharing-knowledge. Prinsipnya, nilai perjuangan dan pesan yang dibawa bisa dikreasikan dalam mozaik cita rasa usaha.  Maka dengan itu cikal bakal indusrti kreativitas dan kemandirian yang dipelihara dan dibangun dalam Komunitas dapat menjadi jawaban akan tumbuhnya Entrepreneur (Creativepreneur, dan Sociopreneur ).

BRANDING & MARKETING


Melalui Visasia.id, Anggota komunitas diberikan pembelajaran tentang konsep pembeda antara kebiasaan Asset & Liabilitas. Selama ini hamper semua pola masyarakat kita membelanjakan Uang senantiasa diarahkan pada gaya konsumtif semata. Tetapi di Visasia.id justru gaya belanja konsumtif justru di geser orientasinya sebagai upaya pembangunan Asset Personal, bahasa kasarnya adalah kami menawarkan konsep berupa “Berbelanja sekaligus Menabung”.


NB :        SILAHKAN BERPARTISIPASI DI MENU DAFTAR KAMI YANG  TERDAPATDI POJOK KANAN ATAS BLOG INI…..

Support by : VISASIA ENTREPRENEUR INDONESIA

read more...

Friday, 9 January 2015

SPRITUALITAS MANAJEMEN DALAM BISNIS

Unknown | 06:22 | Be the first to comment!

Spiritualitas Dalam Bisnis Dan Manajemen

Oleh : Eky_Casanova

Di tengah-tengah kompleksitas kehidupan hari ini yang begitu serba rumit dalam persoalan interaksi antar social, dikarenakan pola hidup masyarakat yang disibukkan oleh urusan masing-masing, baik itu dalam aspek dunia kerja, aspek kampus, aspek bisnis atau usaha, sehingga implikasinya adaalah orang-orang terjebak ke dalam individualisme yang menjerumuskan mereka ke dalam ranah yang lebih negative.

Individualisme justru malah mengedepankan kepentingan pribadi ketimang kepentikan majemuk sehingga moral of social acapkali tak nampak di pola-pola interaksi kita hari ini. Tawaran solusi untuk hal itu kami rumuskan sesuai dengan konteks analisa kami dalam hal pola interaksi dalam bidang bisnis atau usaha.

Dalam pola interaksi  kita sehari-hari, banyak sekali hal yang sangat mengguncang secara hati nurani, baik itu dalam fenomena kecurangan bisnis, tipuan dalam bisnis online, tindak pidana korupsi dan lain-lain sebagainya, kesemuanya itu hanyalah efek dari minimnya kesadaran pemahaman dari aspek akuntabilitas dari apa yang kita lakukan sehari-hari. Pemaparan konsep trilogy dimensi akuntabilitas (TDA) sangat diperlukan dalam menjawab problematika tersebut.

TDA menawarkan tiga aspek tanggung jabab, yaitu ; pertanggungjawaban primer kita kepada Sang Pencipta (Tuhan dalam bahasa agamanya), pertanggung jawaban kita terhadap alam, dan pertanggung jawaban kita terhadap social (sesame manusia). Konsep TDA inilah yang kami maksud sebagai sprirualitas dan merupakan aspek yang sangat penting dalam pola-pola interaksi apapun. Dan kami ingin menawarkan konsep spiritual dan manajemen dalam bisnis beserta efektifitasnya yang nantinya akan kami urai sesederhana mungkin sesuai dengan kemampuan kami yang teratas.

Tentu saja masih banyak orang yang mempertanyakan manfaat dan efektivitas spiritual manajemen dalam bisnis. Seiring dengan itu, semakin banyak pula organisasi bisnis yang telah melaporkan bahwa mereka mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih menguntungkan melalui spiritual manajemen. Diantara hal yang dirasakan adalah keakraban dan kehangatan hubungan atasan bawahan yang terasa dekat yang pada gilirannya dapat mencegah praktik pemogokan. Tidak mengherankan jika kualitas kerja meningkat dan tumbuh kepedulian para pekerja terhadap tujuan bersama organisasi. Meskipun sejumlah organisasi masih enggan menyatakan secara terbuka tentang manfaat spiritual manajemen, namun dari pernyataan-pernyatan mereka acapkali terkandung pengakuan akan manfaatnya. Aspek spiritual telah muncul sebagai pendatang baru di arena bisnis dan manajemen, yang telah menempatkan setiap orang sebagai manusia dan untuk selanjutnya sebagai tenaga kerja.

Hal terkait lainnya dengan aspek spiritual adalah cinta. Cinta adalah perwujudan imanensi dari transedensi aspek spiritual. Memang cinta adalah kata yang agak janggal untuk dikaitkan dengan konteks bisnis dan manajemen yang penuh dengan konotasi persaingan dan “saling memangsa”. Mungkin karena cinta sudah terlanjur banyak dicuplik dalam kisah-kisah romantik penuh kelembutan pada buku-buku novel, ketimbang pada teks kepemimpinan dan manajemen bisnis yang berkesan keras dan kejam. Konsep ‘cinta’ mungkin sudah terlanjur dimaknai sebagai hal yang emosional atau sentimental, sehingga orang lebih suka menggunakan kata ‘spiritualitas’ sebagai alternatif yang bermanfaat. Spiritualitas lebih dapat dilihat sebagai perspektif kedalaman ruang batin manusia, dan dapat menjadi ide sentral yang melibatkan cinta sebagai salah satu tema bahasan dalam bisnis dan manajemen, yang terkait dengan kualitas eksistensi manusia, nilai-nilai dan keyakinan pribadi, hubungan kita dengan sesama manusia, hubungan kita dengan realita, alam semesta, dan seterusnya.


Sejumlah filsuf melihat cinta dan spiritualitas sebagai hal yang terpisah, namun sebagian besar lainnya melihat cinta dan spiritualitas sebagai hal yang sama. Dalam bisnis dan manajemen ‘cinta’ dan/atau ‘spiritualitas’ mengandung arti belas kasih yang tulus bagi umat manusia, dengan segala bentuk perwujudannya. Tentu saja kita tidak akan berbincang tentang asmara atau seks. Kita juga tidak akan terlalu tenggelam dengan pembahasan tentang Tuhan atau agama. Cinta dan spiritualitas telah diadopsi oleh berbagai organisasi dan keyakinan agama, sehingga cinta dan spiritualitas telah menjadi nilai universal yang melintasi batas sekat-sekat formalisme agama. Yang jelas siapapun bisa mencintai orang lain dan melakukan gerak spiritual dengan cara mereka sendiri.

Gerak cinta dan/atau spiritualitas meliputi kasih sayang dan kearifan terhadap orang lain, yang enggan merusak dunia untuk generasi mendatang. Dengan demikian, cinta dalam dunia bisnis dan manajemen berarti membuat keputusan dengan menaruh kepedulian terhadap orang lain dan dunia yang kita tinggali. Pertanyaannya, mengapa cinta dan/atau spiritualitas sebagai sebuah konsep justru sering diabaikan dalam bisnis dan manajemen? Bagaimana cinta, kasih sayang dan spiritualitas sering dianggap sebagai aspek yang ketinggalan zaman dalam pengembangan bisnis dan manajemen?

Kemungkinan bahwa cinta dan/atau spiritualitas menjadi sesuatu yang tabu dalam suatu korporasi karena praktik bisnis dan manajemen pada abad ke-20 sebagian besar berkaitan dengan perspektif ‘sisi otak kiri’, yang sering berkutat dengan permasalahan kinerja bisnis dan manajemen, penalaran kritikal, total qulity control, perencanaan strategik, revenue, laba, dan lain sebagainya yang mendominasi praktik bisnis dan manajemen. Tentu kesemuanya itu merupakan aspek penting dalam bisnis dan manajemen, namun secara fundamental hal demikian lebih ‘berorientasi maskulin’, mungkin karena pria umumnya lebih didominasi oleh pemikiran sisi-otak-kiri ketimbang sisi otak kanan dalam bekerja. Dan memang Secara historikal laki-laki lebih mendominasi lanskap bisnis dan manajemen, dan hal tersebut masih mendominasi sampai saat ini. Tidak mengherankan jika kemudian sejumlah ide dan prioritas lebih berorientasi maskulin – keberpihakan terhadap sisi otak kiri-lah – yang cenderung mendominasi bisnis dan manajemen. Sebaliknya cinta, kasih sayang dan spiritualitas pada umumnya dianggap sebagai sifat feminin. Kaum wanita lebih mungkin dibandingkan pria untuk lebih menunjukkan kasih-sayang, welas asih, dan perilaku spiritual lainnya karena harapan budaya dan sosial yang melatar belakanginya.

NB : Kami mengajak para pembaca untuk turut serta berpartisipasi dalam komunitas kami ( VISASIA ENTREPRENEUR COMMUNITY), untuk info selengkapnya klik link berikut www.visec.or.id / atau bisa juga mendaftarkan diri di blog ini di menu register yang terdapat di sisi kanan atas blog kami………………………………..
SEKIAT DAN TERIMAKASIH ATAS PARTISIPASI ANDA.

Support by : VISASIA ENTREPRENEUR INDONESIA
read more...

Friday, 5 December 2014

The Dajjal Economic Conspiracy

Unknown | 13:05 | Be the first to comment!


Oleh : Eki_casanova


Sebutan lain dari Ksatria Templar adalah Tentara Miskin Pengikut Yesus Kristus Dan Kuil Sulaiman. Pendiri ordo ini adalah Hugh de Payens dan Godfrey de St Orner. Para ksatria yang beranggotakan sembilan orang tentara elit ini dibentuk pada tahun 1118. Awalnya para Templar ini menyebut dirinya ‘tentara miskin’ namun pada kenyataannya ordo ini sangatlah kaya raya. Para ksatria Templar mengontrol para peziarah Kristen yang bertandang dari Eropa ke Yerusalem. Ordo ini mendapat dana dari para peziarah tersebut. Lewat kelompok ini pula sistem cek dan kredit mulai diperkenalkan. Pada akhirnya, para Templar membangun kapitalisme abad pertengahan dan membuat sistem yang dijadikan cikal bakal bank modern yang mengaplikasikan sistem ribawi.

Menurut Alan Butler dan Stephen Dafoe : Templar adalah ahli dalam memutar modal, memanfaatkan teknik perdagangan yang tidak lazim diketahui di Eropa pada saat ituMereka jelas-jelas telah belajar ketrampilan ini dari sumber-sumber Yahudi, namun memiliki lebih banyak kebebasan mengembangkan kerajaan financial mereka, sesuatu yang membuat amat iri para pemodal Yahudi pada periode itu.

Pada abad ke 12, melakukan perjalanan jauh adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Para pengelana bisa saja dirampok bandit setiap saat. Jadi, amatlah berisiko bila dalam perjalanan membawa uang dan komoditi berharga lainnya. Para Templar pandai membaca situasi, mereka mengeruk keuntungan  melalui prasarana sistem perbankan yang sederhana. Anggota-anggota Templar memperkenalkan penggunaan cek yang dikeluarkan di Eropa dan dapat diuangkan di Palestina. Bahkan mereka telah memberlakukan metode transfer uang. Di samping mereka meminjamkan uang dengan bunga di atas 60 %.

Lembaga yang dibentuk Knight Templar makin berkembang dan menjadi lembaga keuangan besar di Eropa. Banyak para raja Eropa melakukan transaksi peminjaman yang akhirnya terseret dengan hutang yang sangat besar. Secara bersamaan sistem keuangan monarki Inggris dan Perancis dikendalikan oleh para Templar. Hal ini membuat mereka dapat mempermainkan para raja dan kebijakan Negara untuk kepentingan para Templar.

Seiring perjalanan waktu, Ksatria Templar bertransformasi menjadi ‘Elder of Zion’. Atas provokasi mereka, Raja William II melibatkan Inggris ke dalam kancah perang melawan Perancis. Akhirnya berkelanjutan hingga membuat Negara Inggris makin terpuruk hingga terperosok dalam kubangan hutang untuk membiayai perang. Mengatasi hal ini Raja William II mengambil pinjaman kepada para bankir Yahudi.

Para bankir Yahudi mengajukan persyaratan agar merahasiakan tokoh–tokoh Yahudi yang memberi pinjaman. Mereka juga minta persetujuan untuk mendirikan Bank Of England, bank sentral swasta pertama di dunia. Bank Of England mempunyai hak untuk menetapkan standar emas terhadap uang kertas, hak meminjam £ 10 uang kertas untuk setiap 1 pon emas yang tersimpan di Bank Sentral serta hak untuk mengkonsolidasikan hutang nasional dan hak untuk untuk menaikkan pajak rakyat sekaligus mengutipnya.

Pada tahun 1815 meletus perang Waterloo antara Perancis dan kerajaan-kerajaan Eropa di bawah Inggris. Seandainya Napoleon Bonarpate memenangkan palagan tersebut niscaya Perancis akan menguasai seluruh daratan Eropa. Dan bila yang terjadi sebaliknya, maka Inggrislah yang akan menguasai Imperium keuangan Eropa. Begitu tentara ke dua kubu saling mendekat, Nathan Rothschild mengutus agen-agennya berada di kedua belah front guna mengumpulkan informasi seakurat mungkin.  Tanggal 15 Juni 1815, senja hari seorang agen Rothschild melompat ke dalam perahu yang dicarter khusus melewati selat Channel menuju pantai Dover Inggris. Agen tersebut sampai di Folkstone keesokan harinya, secara detil melaporkan informasi kepada Rothschild. Tanpa membuang waktu Nathan Rothschild bergegas menuju London menuju pasar bursa. Agen-agen Rothschild menumpahkan surat berharga mereka ke pasar. Begitu surat berharga itu dilempar ke lantai pasar secara drastis menurunkan nilai transaksi. Tanpa ekspresi Nathan berdiri di ‘Pilar Rothschild’ terus menjual saham-sahamnya. Akhirnya semua orang turut menumpahkan surat berharga dan uang kertas, emas perak untuk mempertahankan kekayaan yang masih tersisa. Harga surat tersebut turun drastis hingga mencapai 5 sen untuk setiap obligasi yang senilai dengan harga satu dollar. Pada akhirnya sesuai petunjuk Nathan Rothschild, agen-agennya melesat ke meja dan memborong semua kertas-kertas saham di lantai bursa. Tak lama kemudian terdengar berita yang mengejutkan, Inggris telah memenangkan perang Waterloo. Dan hanya beberapa detik kertas yang semula tak berharga tersebut menukik tajam melampaui harga aslinya. Nathan Rothschild berhasil memegang control ekonomi Inggris. Bila dihitung kekayaannya menjadi dua puluh kali lipat dari nilai sebelumnya.

Setelah menderita kekalahan telak di Waterloo, Perancis berusaha membenahi ekonominya. Bulan Oktober 1818, para agen Rothschid memborong sejumlah surat berharga pemerintah Perancis melalui saingan mereka:  Ouvrad dan Baring Brothers. Tanggal 5 November 1818, agen Rothschid melakukan dumping terhadap surat berharga tersebut di pasar terbuka. Keluarga Rothschid mendapat undangan menghadap raja. Keluarga Rothschid berhasil memegang kontrol ekonomi Perancis.
Benjamin Disraeli, PM Inggris saat itu menulis novel bertajuk ‘Coningsby’ yang menggambarkan tentang imperium Rothschild: ‘pangeran dan pemimpin pasar uang dunia dan juga pangeran dan pemimpin dalam bidang apa saja. Secara harfiah bahkan memegang kendali atas pendapatan Italia selatan. Sementara para raja dan menteri dari seluruh kerajaan Eropa memohon nasihatnya dan menjalankan saran-sarannya.

Akhirnya bermunculanlah bankir-bankir internasional di seantero dunia. Awal dari bencana di muka bumi ini ketika para bankir Yahudi tersebut berhasil mendirikan bank sentral sejenis di Amerika Serikat. Pendirian bank ini dipelopori oleh tujuh bankir Internasional di Jekyll Island pada tahun 1910 yang kemudian dikenal sebagai ‘Federal Reserve’.

Federal Reserve dirancang sebagai suatu kartel perbankan untuk melindungi kepentingan anggota-anggotanya dan meyakinkan kongres dan publik bahwa kartel perbankan ini dibentuk seolah-olah sebagai lembaga otoritas moneter pemerintah Amerika Serikat. Dengan berbekal independensinya, Federal Reserve beserta kekuatan modalnya serta praktik-praktik bisnis yang licik telah mengintervensi otoritas moneter sehingga menghancurkan kehidupan sosial ekonomi rakyat penghuni bumi ini. Sejatinya Federal Reserve ini adalah suatu badan usaha milik swasta yang berperan sebagai pengatur utama dan menguasai institusi perbankan Amerika. Fungsi utamanya menetapkan kebijakan moneter. Banyak para pakar memprediksi The Fed mempunyai pengaruh besar terhadap jalannya bisnis di Amerika Serikat.

Pada pertemuan 15 negara sekutu pemenang Perang Dunia II digagas ‘Bretton Woods Agreement’ yang menetapkan dolar Amerika sebagai denominator nilai dasar pertukaran uang internasional. Dan terbentuklah : International Monetary Founds dan Bank Dunia sebagai lembaga dana moneter internasional yang bertujuan memberi bantuan kepada negara-negara yang mengalami kesulitan likuiditas keuangan. Pasokan dana untuk IMF dan Bank Dunia diperoleh dari Federal Reserve. Pada kasus ini jaringan freemasonry telah mengaplikasikan Protokol Of Zion yang ke enam; Membangun kekuatan Zionisme melalui manipulasi ekonomi terutama melalui monopoli perbankan dan kekuatan keuangan.

Pada hakekatnya IMF dan Bank Dunia, merupakan instrument Zionisme untuk memporak-porandakan Negara yang berdaulat agar tak lebih sekadar sebagai teritori mereka. Artinya, semua umat manusia harus memandang satu arah yaitu kekuatan mata uang sebagaimana yang dilambangkan oleh mata uang satu dollar Amerika: Novus Ordo Seclorum. Jadi, seluruh perekonomian global telah dikuasai oleh kaum Zionis dan menjadi ‘dewa lucifer’ yang akan menyelamatkan manusia sekaligus menguasainya.

Adalah Joseph Stiglitz mantan kepala tim Ekonomi Bank Dunia memaparkan bahwa IMF mengembangkan empat langkah program. Langkah Pertama: Privatisasi, pada program ini perusahaan milik penerima bantuan IMF harus dijual pada swasta untuk mendapatkan dana segar.
Menurut Stiglitz: Kita bisa melihat bagaimana mata para pejabat keuangan di Negara penerima bantuan itu terbelalak tatkala mengetahui prospek pemberian 10 % komisi beberapa milyar dollar yang akan dibayarkan langsung ke rekening pribadi yang bersangkutan di suatu bank Swiss yang diambilkan dari harga penjualan asset nasional mereka tadi.

Program kedua: Liberalisasi Pasar Modal, dengan ditingkatkannya modal pemasukan modal investasi dari luar berdampak pada pengurasan cadangan devisa Negara untuk mendatangkan asset melalui impor dari Negara-negara yang ditujuk IMF. Dana dari luar masuk di sektor real estate dan valuta, dan langsung ditarik bila ada tanda-tanda akan ada kerusuhan. Untuk merayu kaum spekulan mengembalikan dana modal nasional, IMF menuntut Negara debitur untuk menaikkan suku bunga bank. Ketetapan tersebut diikuti dengan diberlakukan kebijakan uang ketat dan dihentikannya subsidi pada bidang yang berkaitan dengan sosial ekonomi masyarakat.

Program ketiga: Pricing, menaikkan harga komoditas strategis misalnya pangan, air bersih dan BBM. Langkah ini sudah dipastikan akan mengarah pada ‘Kerusuhan IMF’ Dengan terhapusnya subsidi untuk beras dan BBM, Negara akan meledak dengan kerusuhan yang tak lain dari satu bentuk demonstrasi yang dibubarkan dengan gas air mata, peluru dan tank yang menyebabkan kepanikan baru pada gilirannya berakibat ‘capital flight’ pelarian modal dan kebangkrutan pemerintah. Krisis ekonomi ini menguntungkan perusahaan asing yang memperoleh peluang mengambil sisa asset Negara seperti: konsensi pertambangan, perbankan, perkebunan dan lain-lain.

Tahap ke empat: Strategi Pengentasan kemiskinan, dengan memberlakukan ‘pasar bebas’ yang mengacu pada aturan WTO ( World Trade Organization ) dan Bank Dunia. Hal ini berimbas pada pengusaha local yang terpaksa meminjam dana dengan suku bunga hingga 60 % dari bank local di samping harus bersaing dengan barang-barang import dari Amerika dan Eropa. Pada saat ini, Bank Dunia dapat memerintahkan blockade keuangan.

Stiglitz memaparkan: ‘Tata Dunia Baru  itu pada hakekatnya telah menjatuhkan vonis hukuman mati pada rakyat sedunia dengan cara memberlakukan tarif yang tidak masuk akal kepada perusahaan obat-obatan yang bermerek.’

Namun ironisnya,  pemerintah dunia ke tiga masih memandang  IMF dan Bank Dunia sebagai lembaga donatur yang manusiawi. Padahal, justru IMF lah yang paling berperan dalam menciptakan kemiskinan di Negara-negara berkembang. Jadi, IMF, Bank Dunia dan WTO hanyalah topeng dari sistem kekuasaan absolute kaum Zionis.

Seorang pakar ekonomi Prof JS Malan dari Universitas Sao Paulo merepresentasikan: Setiap bangsa akan menangggung utang yang berat dan mereka tidak akan mampu membayarnya sehingga mereka harus menebusnya sebagai budak yang setia dan patuh terhadap perintah.  Kekuasaan IMF sangat absolute sehingga tidak akan ada satu negarapun yang mampu mendapatkan satu sen pun, kecuali atas persetujuan atau arahan dari IMF.

Kapitalisme
Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang mengandung filsafat sosial dan politik yang didasarkan pada pengembangan hak milik pribadi dan pemeliharaannya serta perluasan paham kebebasan. Sistem ini melahirkan banyak malapetaka terhadap dunia.  Kapitalisme berdampak melakukan tekanan dan campur-tangan politis, sosial serta kultural terhadap bangsa di dunia.

Menguak sejarah kapitalisme diawali pada saat Eropa diperintah imperium Romawi yang mewariskan sistem feodal. Pada abad 16 secara bertahap muncul kelas borjuis disusul fase kapitalisme. Selanjutnya muncul seruan liberalisasi yang disusul seruan nasionalisme sekuler dan penciutan dominasi Paus.

Adapun para propagandis kapitalisme adalah: Francois Quesnay, John Locke, Turgot, Mirabeau serta JB say. Tak lama kemudian muncul aliran klasik yang menonjol lewat pemikiran: Adam Smith, David Ricardo, Robert Malthus, John Stuart Mill, Lord Keynes, David Hume dan Edmund Burke. Doktrin kapitalisme adalah mencari keuntungan dengan berbagai cara dan sarana. Selain itu mendewakan hak milik [pribadi], persaingan dan kompetisi pasar serta sistem harga bebas.

Pada abad ke 16 setelah dihapus sistem feodal muncul kapitalisme perdagangan. Dalam hal ini seorang pengusaha menjadi perantara antara produsen dan konsumen. Pada tahun 1755 seiring dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt maka lahirlah kapitalisme industri yang membangkitkan Revolusi Industri di Inggris dan Eropa menjelang abad ke 19. Dalam sistem ini memisahkan antara modal dan buruh. Setelah itu hadir sistem kartel yakni kesepakatan perusahaan-perusahaan besar dalam membagi pasaran internasional. Sistem ini memberi kesempatan untuk memenopoli pasar. Akhirnya muncul sistem trust yang membentuk satu perusahaan dan berbagai perusahaan yang bersaing agar perusahaan tersebut lebih mampu berproduksi dan lebih kuat untuk mengontrol dan menguasai pasar.

Adapun sisi negatif dari Kapitalisme adalah: Sistem ini buatan manusia yang mendominasi pasar untuk kepentingan pribadi, sangat egoistis, monopolitis, terlalu berpihak pada hak milik pribadi, terbentuk arena persaingan, perampasan tenaga produktif, muncul pengangguran, penjajahan, peperangan, malapetaka, riba dan tidak berperikemanusiaan.

Kapitalisme tumbuh di Inggris, Perancis, Jepang, Amerika.  Sistem kapitalisme tak ubahnya sistem komunisme. Keduanya dipelopori oleh kaum Zionis lakanatullah.
Tiga Pilar Setan

Ketika krisis ekonomi merebak, bencana ekonomi adalah kemestian. Harga barang dan jasa melonjak tajam sementara daya beli masyarakat sulit mengimbangi. Era baru ekonomi dan keuangan dunia ditandai dengan kemampuan sistem ekonomi yang ditengarai sebagai sitem moneter dunia dengan diciptakannya tiga pilar setan: fiat money, fractional reserve requirement dan interest.

Robert Mundell peraih nobel ekonomi menyebutnya sebagai rezim inflasi permanent, dimana terjadi penggandaan uang yang begitu dahsyat sehingga pertumbuhan sektor moneter akan selalu berada di atas pertumbuhan sektor riil. Semakin lama akan mengakibatkan ketimpangan yang akan menjadi pemantik ketidakseimbangan ekonomi global. Beban semakin lama menggelembung dan suatu saat siap meledak mejadi krisis ekonomi.

Fiat Money
Sistem ekonomi kapitalis mendatangkan keuntungan bagi segelintir pihak di satu sisi dan pihak lain yang dirugikan di sisi lain. Sistem kapitalis memfasilitasi uang kertas (fiat money) dalam transaksi ekonomi. Sedang uang yang diciptakan tanpa didukung dengan logam mulia. Oleh penguasa uang tersebut bisa dicetak berapapun juga dan tak bisa ditukar dengan koin emas. Hal ini akan menjadi sebuah persoalan ketika pemerintah telah kehilangan kepercayaan yang berdampak pada uang kertas yang diciptakan menjadi tidak berharga. Jadi, fiat money tak bisa diandalkan sebagai alat penyimpan nilai. Dan uang kertas tak memiliki nilai intrinsic sebagaimana logam mulia. Kita tidak menafikan bahwa uang kertas sebagai slah satu alat tukar yang praktis dan si pembawa lebih merasa aman. Namun pada saat penciptaan uang melebihi output riil yang diproduksi maka terjadilah inflasi. Perlu dicermati, eksisnya penggunaan uang kertas akan menguasai perekonomian. Uang kertas tidak menambah produktivitas seperti yang dijanjikan sehingga membuat para penggunanya sibuk bekerja demi mengais kompensasi yang tak seberapa.

Fractional Reserve Requirement
Bank Sentral sebuah Negara mengeluarkan persyaratan setiap bank yang beroperasi di wilayah otoritasnya agar menyediakan sebagian kecil dana yang disetorkan deposan sebagai cadangan yang disebut Fractional Reserve Requirement (FRR) yang diperlukan untuk memenuhi kondisi normal permintaan para deposan yang menarik depositnya. Persentase jumlah cadangan adalah sebagian kecil dari jumlah yang disimpan.

Interest
Bunga (interest) adalah biaya servis yang dikenakan bank baik berupa pinjaman atau kredit yang diberikan kepada nasabah. Meski dalam kitab suci pun dinyatakan haram, bunga menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem moneter. Ada tiga konsekuensi berkaitan dengan bunga: bunga menuntut pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan kendati kondisi ekonomi stagnan. Selain itu mendorong persaingan antar para pelaku bisnis serta mensejahterakan segelintir minoritas di atas penderitaan rakyat yang mayoritas.

Tiga pilar setan telah diciptakan sedemikian rupa dan akan selalu menelan korban. Problem utama adalah gagal membayar. Kuantitas uang terus bertambah tak sebanding dengan laju sektor riil, sehingga akan memicu ketidak seimbangan. Akhirnya, balon ekonomi akan pecah dan terjadi apa yang disebut krisis ekonomi.

Ibn Khaldun dalam magnum opusnya : Muqadimah, menjelaskan: Allah swt menciptakan emas dan perak tak lain untuk menjadi alat pengukur nilai bagi segala sesuatu. Namun tak hanya itu, emas dan perak ternyata bisa berfungsi sebagai alat tukar. Dalam sistem periodik unsur-unsur, logam emas dan perak dikelompokkan dalam golongan yang sama : I B. Logam mulia ini tak bisa diubah dengan bahan kimia yang lain.

Pada 300 SM Archimedes telah membuktikan bahwa logam bisa dideteksi tanpa merusak susunan kimianya. Emas tak terkontaminasi udara sehingga logam ini tahan terhadap karat. Logam mulia ini termasuk logam lunak namun dikategorikan sebagai logam yang paling berat. Satu kubik emas mempunyai berat lebih dari setengah ton.

Pada masa Rasulullah saw, sebagai alat transaksi dipergunakan dinar dan dirham. Meski dinar dan dirham bukan mata uang asli Arab namun dinar yang mencerminkan emas murni seberat 4,25 gram dan dirham terbuat dari perak dengan berat 3 gram membawa peradaban baru dalam kehidupan ekonomi dan sosial pada saat itu. Dinar ditengarai sebagai  mata uang asli Byzantium sedangkan dirham mata uang asli Persia.

Emas dan perak terbukti anti inflasi, akan tetapi yang menjadi persoalan adalah apakah hal itu sesuai dalam konteks kekinian? Yakni menggunakan emas dan perak sebagai alan transaksi, Jika ada solusi mari kita berdiskusi dan melahirkan sebuah kongklusi dari kegelisahan kita terhadap model ekonomi hari ini….

KLIK GAMBAR DI BAWAH INI UNTUK ARTIKEL YANG LAIN

Support by : VISASIA ENTREPRENEUR INDONESIA


Daftar Pustaka
A Riawan Amin, Satanic Finance, Celestial Publishing, Cetakan I, April 2007.
Harun Yahya, Ancaman Global Freemasonry, Dzikra, Cetakan I, Januari 2005.
Harun Yahya, Ksatria-ksatria Templar Cikal Bakal Freemasonry, Rislah Gusti , Cetakan I, September 2005.
Indra Adil, The Lady Di Conspiracy, Pustaka Al-Kautsar, Cetakan I, Januari 2007.
Rizki Ridyasmara, Knights Templar Knights Of Christ, Pustaka Al-Kautsar, Cetakan I, Oktober 2006.
Toto Tasmara, Dajjal Dan Simbol Setan, Gema Insani Press, Cetakan IV, Juni 2000.
WAMY, Gerakan Keagamaan Dan Pemikiran, Al-I’Tishom, Cetakan V, Mei 2006.
ZA Maulani, Zionisme Gerakan Menalukkan Dunia, Daseta, Cetakan III, Juli 2003.

read more...
 
Copyright © 2015 PENA KEARIFAN
Blogger Templates | Template Design By BTDesigner