Sunday, 7 June 2015

MARI BERKOMUNITAS UNTUK KESEJAHTERAN BERSAMA

Unknown | 03:29 |

SILAHKAN IKUTI LANGKAH-LAHKAH DI BAWAH INI JIKA SUDAH MEMBACA ARTIKEL KAMI, LANGSUNG SAJA DI KLIK

2. START

Kesejahteraan ? yah setidaknya itulah yang ingin saya diskusikan kepada teman-teman pemerhati sosial. Secara umum terdapat dua hal yang melatar belakangi perubahan sosial. Pertama, adanya keyakinan bahwa perubahan sosial itu merupakan proses dari seleksi alam, yang berkembang secara linier dan progresif dari tahap satu ke tahap lain. Kedua, perubahan sosial itu berlangsung dengan baik dan menjamin semua kepentingan masyarakat kalau ada intervensi, dengan demikian terjadi perkembangan linier dan progressif. Perubahan yang berlangsung atas seleksi alam itu, kalau dibiarkan akan berakibat pada proses dehumanisasi. Baik keyakinan pertama maupun kedua, masing-masing berkembang dengan dinamikanya sendiri yang berbeda satu sama lain terutama  tentang penjelasan sebab terjadinya perubahan. Namun pada akhirnya keduanya mencapai titik yang sama, yakni masyarakat itu berkembang melalui proses bertahap menuju perkembangan yang lebih baik
Diskursus tentang kesejahteraan sudah cukup lama, bahkan pada jaman Yunani dan Romawi kuno pun diskursus seperti ini sudah banyak dilakukan oleh para filosof saat itu. Perdebatan tersebut berawal dari keyakinan para kaum intelektul tentang perubahan sosial yang tak pernah berhenti dalam kehidupan manusia. Perdebatan keyakinan tentang perubahan sosial tidak dapat dipisahkan dari pencapaian tujuan hidup yang dianggapnya lebih baik, tentangnya pada umumnya orang menyebutnya dengan  sejahtera (well being). Bukahkan segala aspek materil selalu bergerak dan memiliki kecendrungan untuk menyempurna, namun pun demikian tetap harus ada proses yang dilalui untuk mengaktualkan syarat untuk menyempurna, ibarat kita menuju pada tahap kejejahteraan sosial tentunya semua melalui fase-fase gerak dari satu gerak ge gerak yang lain sampai syarat kesejahteraan sosial itu teraktual kemudian teraktual jugala secara niscaya kesejahteraan sosial yang kumaksud.
Pemikiran filosof awal, Heraklitus, menjelaskan bahwa proses perubahan alami itu terjadi secara dialektis. Perubahan merupakan benturan dari unsur-unsur yang berlawanan dalam kehidupan masyarakat, yang pada akhirnya membawa kematangan dalam kehidupan yang lebih baik. Penjelasan interventif diawali dari pemikiran Plato yang mengangankan tatanan masyarakat yang sempurna (utopia). Guna mencapai tujuan itu, intervensi kekuasaan diperlukan untuk mengatur perkembangan yang lebih baik dan manusiawi. Kedua pemikiran ini selanjutnya mewarnai pemikiran-pemikiran berikut tentang perubahan masyarakat yang diharapkan di masa datang. Para pemikir penganut keyakinan perubahan non interventif dapat dibagi menjadi dua. Pendapat pertama, perubahan linier progressif itu terjadi karena kehendak kekuatan alam yang diluar jangkauan manusia. Masyarakat itu selalu berubah secara dinamis, yakni ada, berevolusi menjadi dewasa (matang) lalu hancur dan berikutnya tumbuh lagi seperti perubahan dalam mikro organisme (Medgley, 2005:59)
Selanjutnya ketika kita memahami bahwa perubahan itu sifatnya dialektis dan tidak abadi maka tentunya kita juga pastinya memahami bahwa ada sisi di mana kita harus berjuang dan ada sisi di mana kita harus bertahan, dalam hal ini, kita berjuang ketika dalam kondisi belum mengalami kesejahteraan dan ketika  kita sudah sampai di puncak kesejahteraan maka tentunnya kita harus bertahan jika tidak ingin dilibas oleh arus gerak perubahan itu sendiri. Ada yang bertahan di posisi dan ada pula yang bertahan dengan cara terus maju melejit kedepan.

            Saya ingin memberikan ilustrasi sederhana tentang masalah pencapaian kesejahteraan! Seperti ini maksud saya; segala hal yang ingin kita capai tentunya sangatlah berat ketika kita hanya sendiri melakoninya seperti halnya juga dengan gambaran kesejahteraan. Kita akan teraniaya secara kondisi oleh impian kita yang sedemikian besar tentang sebuah pencapaian besar karena target yang besar membutuhkan energi yang besar pula. Beda halnya jika kita membangun afiliasi atau kerjasama dalam hal pencapaian tujuan, asalkan rekan kita sevisi dan semisi dengan kita. Untuk menemukan teman sevisi dan semisi serta punya komitmen  yang ingin berproses bersama perlu dukungan atau sebuah wadah di mana kita berkumpul bersama, berjuang bersama, senasib sepenanggungan. Jangan biarkan diri anda terlena sendiri dalam perjuangan hidup menuju kesejahteraan, karena semua orang tentunya menginginkan hal yang sama juga; yaitu ingin sejahtera seperti keinginan kita.
            Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman yang masih berproses menuju kesejahteraan. Kami menawarkan programafiliasi dalam membangun komunitas demi tujuan yang sama yaitu pencapaian kesejahteraan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali (VISASIA ENTREPRENEURINDONESIA) :



SELAMAT MENCOBA DAN KAMI SELALU TERBUK UNTUK BERPROSES BERSAMA DEMI KESEJAHTERAAN BANYAK ORANG.


Share this article

0 komentar:

 
Copyright © 2015 PENA KEARIFAN
Blogger Templates | Template Design By BTDesigner