SILAHKAN IKUTI LANGKAH-LAHKAH DI BAWAH INI JIKA SUDAH MEMBACA ARTIKEL KAMI, LANGSUNG SAJA DI KLIK
1. REGISTER
2. START
Kesejahteraan ? yah setidaknya itulah yang ingin saya
diskusikan kepada teman-teman pemerhati sosial. Secara umum terdapat dua hal
yang melatar belakangi perubahan sosial. Pertama, adanya keyakinan bahwa
perubahan sosial itu merupakan proses dari seleksi alam, yang berkembang secara
linier dan progresif dari tahap satu ke tahap lain. Kedua, perubahan sosial itu
berlangsung dengan baik dan menjamin semua kepentingan masyarakat kalau ada
intervensi, dengan demikian terjadi perkembangan linier dan progressif.
Perubahan yang berlangsung atas seleksi alam itu, kalau dibiarkan akan
berakibat pada proses dehumanisasi. Baik keyakinan pertama maupun kedua,
masing-masing berkembang dengan dinamikanya sendiri yang berbeda satu sama lain
terutama tentang penjelasan sebab terjadinya perubahan. Namun pada
akhirnya keduanya mencapai titik yang sama, yakni masyarakat itu berkembang
melalui proses bertahap menuju perkembangan yang lebih baik
Diskursus tentang kesejahteraan sudah cukup lama,
bahkan pada jaman Yunani dan Romawi kuno pun diskursus seperti ini sudah banyak
dilakukan oleh para filosof saat itu. Perdebatan tersebut berawal dari
keyakinan para kaum intelektul tentang perubahan sosial yang tak pernah
berhenti dalam kehidupan manusia. Perdebatan keyakinan tentang perubahan sosial
tidak dapat dipisahkan dari pencapaian tujuan hidup yang dianggapnya lebih
baik, tentangnya pada umumnya orang menyebutnya dengan sejahtera (well
being). Bukahkan segala aspek materil selalu bergerak dan memiliki
kecendrungan untuk menyempurna, namun pun demikian tetap harus ada proses yang
dilalui untuk mengaktualkan syarat untuk menyempurna, ibarat kita menuju pada
tahap kejejahteraan sosial tentunya semua melalui fase-fase gerak dari satu
gerak ge gerak yang lain sampai syarat kesejahteraan sosial itu teraktual
kemudian teraktual jugala secara niscaya kesejahteraan sosial yang kumaksud.
Pemikiran filosof awal, Heraklitus, menjelaskan bahwa
proses perubahan alami itu terjadi secara dialektis. Perubahan merupakan
benturan dari unsur-unsur yang berlawanan dalam kehidupan masyarakat, yang pada
akhirnya membawa kematangan dalam kehidupan yang lebih baik. Penjelasan
interventif diawali dari pemikiran Plato yang mengangankan tatanan masyarakat
yang sempurna (utopia). Guna mencapai tujuan itu, intervensi kekuasaan
diperlukan untuk mengatur perkembangan yang lebih baik dan manusiawi. Kedua
pemikiran ini selanjutnya mewarnai pemikiran-pemikiran berikut tentang
perubahan masyarakat yang diharapkan di masa datang. Para pemikir penganut
keyakinan perubahan non interventif dapat dibagi menjadi dua. Pendapat pertama,
perubahan linier progressif itu terjadi karena kehendak kekuatan alam yang
diluar jangkauan manusia. Masyarakat itu selalu berubah secara dinamis, yakni
ada, berevolusi menjadi dewasa (matang) lalu hancur dan berikutnya tumbuh lagi
seperti perubahan dalam mikro organisme (Medgley, 2005:59)
Selanjutnya
ketika kita memahami bahwa perubahan itu sifatnya dialektis dan tidak abadi
maka tentunya kita juga pastinya memahami bahwa ada sisi di mana kita harus
berjuang dan ada sisi di mana kita harus bertahan, dalam hal ini, kita berjuang
ketika dalam kondisi belum mengalami kesejahteraan dan ketika kita sudah sampai di puncak kesejahteraan maka
tentunnya kita harus bertahan jika tidak ingin dilibas oleh arus gerak
perubahan itu sendiri. Ada yang bertahan di posisi dan ada pula yang bertahan
dengan cara terus maju melejit kedepan.
Saya ingin memberikan ilustrasi
sederhana tentang masalah pencapaian kesejahteraan! Seperti ini maksud saya;
segala hal yang ingin kita capai tentunya sangatlah berat ketika kita hanya
sendiri melakoninya seperti halnya juga dengan gambaran kesejahteraan. Kita akan
teraniaya secara kondisi oleh impian kita yang sedemikian besar tentang sebuah
pencapaian besar karena target yang besar membutuhkan energi yang besar pula. Beda
halnya jika kita membangun afiliasi atau kerjasama dalam hal pencapaian tujuan,
asalkan rekan kita sevisi dan semisi dengan kita. Untuk menemukan teman sevisi
dan semisi serta punya komitmen yang
ingin berproses bersama perlu dukungan atau sebuah wadah di mana kita berkumpul
bersama, berjuang bersama, senasib sepenanggungan. Jangan biarkan diri anda
terlena sendiri dalam perjuangan hidup menuju kesejahteraan, karena semua orang
tentunya menginginkan hal yang sama juga; yaitu ingin sejahtera seperti
keinginan kita.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi
teman-teman yang masih berproses menuju kesejahteraan. Kami menawarkan programafiliasi dalam membangun komunitas demi tujuan yang sama yaitu pencapaian
kesejahteraan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali (VISASIA ENTREPRENEURINDONESIA) :
SELAMAT MENCOBA DAN KAMI
SELALU TERBUK UNTUK BERPROSES BERSAMA DEMI KESEJAHTERAAN BANYAK ORANG.

0 komentar:
Post a Comment