Tuesday, 20 January 2015

EKONOMI GOTONG ROYONG DAN POIN SYSTEM SOLUTIONS

Unknown | 12:52 |
EKONOMI GOTONG ROYONG DAN POIN SYSTEM SOLUTIONS









Hari ini kita mestinya harus menyatukan visi demi menggagas konteks keadilan social di tengah kompleksitas problematika bangsa, apatahlagi hari ini ini kondisi yang harus kita matangkan adalah kesiapan UKM kita dalam menjawab tantangan Globalisasi, Jika ingin unggul dalam Masyarakat  Ekonomi ASEAN yang diterapkan pada tahun 2015 ini, Indonesia harus membenahi sejumlah sektor terutama  perdagangan. Saat ini, posisi dagang  Indonesia di pasar ASEAN masih rendah yakni, hanya 12% dari total nilai dagang ASEAN. Di lihat dari sisi kompetensi, Indonesia memiliki sejumlah potensi yakni, memiliki populasi terbesar di ASEAN dengan kekayaan alam yang melimpah. Pembentukan Masyarakat Ekonomi  ASEAN (MEA) 2015 bukanlah sebuah proyek “mercusuar” tanpa roadmap yang jelas. MEA 2015 adalah proyek  yang telah lama disiapkan seluruh anggota ASEAN dengan visi yang kuat. Pertanyaannya : Sejauh mana kesiapan dunia usaha di Indonesia  dalam menghadapi era MEA 2015?

Ini justru malah menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai rasa nasionalisme kita hari ini, sehingga seluruh lapisan masyarakat dari segala kelas social haruslah terlibat dalam mewujudkan ekonomi yang mampu mensejahterakan secara proporsional seluruh lapisan masyarakan yang dimana dikomandoi oleh rasa nasionalisme yang bertanggung-jawab. Apabila kita cermati keadaan yang terjadi di sekitar lingkungan kita, masyarakat kecil atau masyarakat kelas bawah ternyata bukanlah masyarakat yang secara keseluruhan hanya mampu menggantungkan kehidupannya pada pihak lain, dalam hal ini terutama pada pemerintah. Mereka juga bukan seluruhnya dapat dikatakan akan menjadi beban pembangunan bangsa. Kenapa bisa dikatakan seperti itu, bukan lain karena diantara mereka juga pada dasarnya tumbuh semangat untuk mandiri dan lepas dari ketergantungan pada pihak lain. KLIK

Salah satu contoh kemandirian yang mampu kita nilai adalah sikap para pedagang kaki lima ternyata menunjukkan bahwa mereka mampu eksis di tengah gelombang terpaan krisis ekonomi yang terjadi. Jelas sikap kewirausahaan semacam itu akan cukup signifikan bagi peningkatan kemampuan masyarakat secara keseluruhan. Sedangkan di beberapa kota lainnya, kita bisa menyaksikan, betapa di jalan-jalan utama kota tadi, kini telah tumbuh pusat-pusat ekonomi informal yang juga ternyata mampu membantu menaikan pendapatan ekonomi warga masyarakat serta diyakini kedepannya akan berimplikasi pada peingkatan kehidupan dan kesejahteraan para pedagang yang ada di sana. LIHAT

Makanya tidak seluruhnya benar ungkapan yang mengatakan bahwa penyebab keterpurukan ekonomi bangsa ini adalah karena adanya ketidakmampuan untuk menumbuhkan modal (capital). Dari segi ekonomi, modal adalah memang salah satu kekuatan pertumbuhan ekonomi. Namun tanpa dibarengi dengan kekuatan untuk berusaha dengan keras, tetap saja akan kurang signifikan dengan peningkatan produktivitas. Sebagaimana para pedagang kaki lima tadi, dengan modal terbatas, akhinya mereka tetap mampu eksis. Dengan mereka eksis, minimal mereka akan mampu memenuhi kebutuhan-kebuuhan dasar kehidupan keluarganya. Diharapkan dari peningkatan tersebut, akan meningkatkan pula kesejahteraan keluarga mereka. Dengan begitu, pemerintah tinggal mendorong semangat berwirausaha ini menjadi semangat kolektif yang terus pula dikembangkan menjadi lebih luas lewat pembinaan-pembinaan kelompok usaha-kelompok usaha yang ada di masyarakat, atau paling tidak memberikan arahan-arahan bagi pengembangan usaha mereka secara personal.

Akan tetapi hal itu belum cukup untuk membangun pondasi ekonomi yang kuat di negeri kita ini karena masih dalam taraf pemenuhan kebutuhan personal semata sehingga orang melakukan upaya kreatif masing-masih dalam menjawab problematika ekonominy atau sederhanya adalah nilai-nilai abbulo sibitang (gotong royong) tidak nampak dari pola itu.

Gotong royong yang kami maksud diatas adalah pola komunikasi yang terbangun dan terpola dalam bentuk system yang lebih canggih dan sederhana dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan pola mengorganisir setiap peluang dan setiap potensi (sharing-profit). Kami justru malah menawarkan anda IT STAFFING SOLUTIONS, walaupun terkesan mempromosikan organisasi kami, akan tetapi ini adalah upaya penafsiran kami tentang gotong royong dalam kacamata ekonomi. Kami menawarkan sebuah komunitas yang memang bergerak dalam bidang pengorganisiran UKM, dimana pola itu terdiri darai anggota komunitas sebagai konsumen loyal dan UKM yang juga sebagai anggota komunitas menawarkan diskon dalam bentuk sharing-profit.

Komunitas yang kami maksudkan diberikan pembelajaran tentang konsep pembeda antara kebiasaan Asset & Liabilitas. Selama ini hampir semua pola membelanjakan Uang senantiasa diarahkan pada gaya konsumtif semata. Tetapi di Komunitas kami gaya belanja konsumtif justru di geser orientasinya sebagai upaya pembangunan Asset personal. Dengan demikian maka setiap Anggota komunitas Menjadi Custumer personal sekaligus menjadi custumer Getter bagi mitra usaha kami sehingga modal (capital) dalam membangun sebuah asset yang mandiri bukan lagi menjadi kendala dengan prinsip gotong royong yang kami tawarkan apalagi semuanya di dukung oleh system IT yang professional dalam bentuk POIN SYSTEM SOLUTIONS.

Mari bergabung di komunitas kami hanya di www.visec.or.id dan untuk melihat usaha yang sudah berpartisipasi bersama kami hanya di www.visasia.id.


KLIK GAMBAR DI BAWAH INI UNTUK LEBIH LENGKAPNYA





Support by : VISASIA ENTREPRENEUR INDONESIA

Share this article

0 komentar:

 
Copyright © 2015 PENA KEARIFAN
Blogger Templates | Template Design By BTDesigner