EKONOMI GOTONG ROYONG DAN POIN SYSTEM SOLUTIONS
Hari ini kita mestinya harus menyatukan visi demi menggagas konteks keadilan social di tengah kompleksitas problematika bangsa, apatahlagi hari ini ini kondisi yang harus kita matangkan adalah kesiapan UKM kita dalam menjawab tantangan Globalisasi, Jika ingin unggul dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN yang diterapkan pada tahun 2015 ini, Indonesia harus membenahi sejumlah sektor terutama perdagangan. Saat ini, posisi dagang Indonesia di pasar ASEAN masih rendah yakni, hanya 12% dari total nilai dagang ASEAN. Di lihat dari sisi kompetensi, Indonesia memiliki sejumlah potensi yakni, memiliki populasi terbesar di ASEAN dengan kekayaan alam yang melimpah. Pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 bukanlah sebuah proyek “mercusuar” tanpa roadmap yang jelas. MEA 2015 adalah proyek yang telah lama disiapkan seluruh anggota ASEAN dengan visi yang kuat. Pertanyaannya : Sejauh mana kesiapan dunia usaha di Indonesia dalam menghadapi era MEA 2015?
Ini
justru malah menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai rasa nasionalisme kita
hari ini, sehingga seluruh lapisan masyarakat dari segala kelas social haruslah
terlibat dalam mewujudkan ekonomi yang mampu mensejahterakan secara proporsional
seluruh lapisan masyarakan yang dimana dikomandoi oleh rasa nasionalisme yang
bertanggung-jawab. Apabila kita
cermati keadaan yang terjadi di sekitar lingkungan kita, masyarakat kecil atau
masyarakat kelas bawah ternyata bukanlah masyarakat yang secara keseluruhan
hanya mampu menggantungkan kehidupannya pada pihak lain, dalam hal ini
terutama pada pemerintah. Mereka juga bukan seluruhnya dapat dikatakan akan
menjadi beban pembangunan bangsa. Kenapa bisa dikatakan seperti itu, bukan lain
karena diantara mereka juga pada dasarnya tumbuh semangat untuk mandiri dan
lepas dari ketergantungan pada pihak lain. KLIK
Salah satu contoh kemandirian yang mampu kita
nilai adalah sikap para pedagang kaki lima ternyata menunjukkan bahwa mereka
mampu eksis di tengah gelombang terpaan krisis ekonomi yang terjadi. Jelas
sikap kewirausahaan semacam itu akan cukup signifikan bagi peningkatan
kemampuan masyarakat secara keseluruhan. Sedangkan di beberapa kota lainnya,
kita bisa menyaksikan, betapa di jalan-jalan utama kota tadi, kini telah tumbuh
pusat-pusat ekonomi informal yang juga ternyata mampu membantu menaikan
pendapatan ekonomi warga masyarakat serta diyakini kedepannya akan berimplikasi
pada peingkatan kehidupan dan kesejahteraan para pedagang yang ada di sana. LIHAT
Makanya tidak seluruhnya benar ungkapan yang
mengatakan bahwa penyebab keterpurukan ekonomi bangsa ini adalah karena adanya
ketidakmampuan untuk menumbuhkan modal (capital). Dari segi ekonomi, modal adalah memang salah satu kekuatan
pertumbuhan ekonomi. Namun tanpa dibarengi dengan kekuatan untuk berusaha
dengan keras, tetap saja akan kurang signifikan dengan peningkatan
produktivitas. Sebagaimana para pedagang kaki lima tadi, dengan modal terbatas,
akhinya mereka tetap mampu eksis. Dengan mereka eksis, minimal mereka akan
mampu memenuhi kebutuhan-kebuuhan dasar kehidupan keluarganya. Diharapkan dari
peningkatan tersebut, akan meningkatkan pula kesejahteraan keluarga mereka.
Dengan begitu, pemerintah tinggal mendorong semangat berwirausaha ini menjadi
semangat kolektif yang terus pula dikembangkan menjadi lebih luas lewat
pembinaan-pembinaan kelompok usaha-kelompok usaha yang ada di masyarakat, atau
paling tidak memberikan arahan-arahan bagi pengembangan usaha mereka secara
personal.
Akan tetapi hal itu belum cukup untuk membangun
pondasi ekonomi yang kuat di negeri kita ini karena masih dalam taraf pemenuhan
kebutuhan personal semata sehingga orang melakukan upaya kreatif masing-masih
dalam menjawab problematika ekonominy atau sederhanya adalah nilai-nilai abbulo
sibitang (gotong royong) tidak nampak dari pola itu.
Gotong royong yang kami maksud diatas adalah pola
komunikasi yang terbangun dan terpola dalam bentuk system yang lebih canggih
dan sederhana dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan pola
mengorganisir setiap peluang dan setiap potensi (sharing-profit). Kami justru
malah menawarkan anda IT STAFFING
SOLUTIONS, walaupun terkesan mempromosikan organisasi kami, akan tetapi ini
adalah upaya penafsiran kami tentang gotong royong dalam kacamata ekonomi. Kami
menawarkan sebuah komunitas yang memang bergerak dalam bidang pengorganisiran
UKM, dimana pola itu terdiri darai anggota komunitas sebagai konsumen loyal dan
UKM yang juga sebagai anggota komunitas menawarkan diskon dalam bentuk sharing-profit.
Komunitas yang kami maksudkan diberikan
pembelajaran tentang konsep pembeda antara kebiasaan Asset & Liabilitas. Selama
ini hampir semua pola membelanjakan Uang senantiasa diarahkan pada gaya konsumtif
semata. Tetapi di Komunitas kami gaya belanja konsumtif justru di geser
orientasinya sebagai upaya pembangunan Asset personal. Dengan demikian maka
setiap Anggota komunitas Menjadi Custumer personal sekaligus menjadi custumer
Getter bagi mitra usaha kami sehingga modal (capital) dalam membangun sebuah asset
yang mandiri bukan lagi menjadi kendala dengan prinsip gotong royong yang kami
tawarkan apalagi semuanya di dukung oleh system IT yang professional dalam
bentuk POIN SYSTEM SOLUTIONS.
Mari
bergabung di komunitas kami hanya di www.visec.or.id
dan untuk melihat usaha yang sudah berpartisipasi bersama kami hanya di www.visasia.id.
KLIK GAMBAR DI BAWAH INI UNTUK LEBIH LENGKAPNYA


0 komentar:
Post a Comment