Opportunity Cost : Kesalahan Terselubung yang Bisa
Menghancurkan Sejarah Hidup Anda
KOMUNITAS ENTREPRENEUR INDONESIA
KOMUNITAS ENTREPRENEUR INDONESIA
Opportunity cost mungkin secara sederhana bisa dipahami seperti ini : kerugian fatal yang terjadi gara-gara kita tidak melakukan sesuatu. Atau juga seperti ini : kerugian masif yang terjadi lantaran kita melakukan sesuatu yang keliru selama bertahun-tahun. KLIK
Dan
kabar muramnya : begitu banyak jalan sukses menjadi lenyap karena kita
terpeleset dalam blunder opportunity cost yang masif. Atau kita begitu
terlambat menggapai keberhasilan (mungkin setelah mendekati usia pensiun) hanya
karena kita tidak sadar dengan jebakan opportunity cost.
Di
pagi yang cerah ini kita mau mengulik serangan opportunity cost ini. Sebab,
kita semua, mungkin hingga hari ini telah lama tenggelam dalam blunder
opportunity cost yang melenakan sehingga berefek terhadap diri kita seperti
niat malas untuk melakukan sesuatu.
Sejatinya,
ada banyak contoh opportunity cost bertebaran disekeliling kita : dalam dunia
sekolah, dunia kerja dan juga dunia keuangan pribadi kita. Dalam dunia kuliah,
contohnya : ada orang yang kuliah teknik sipil selama 5 tahun. Setelah lulus
jadi pedagang batik. Ada orang kuliah hukum, setelah lulus jadi sales asuransi.
Ada anak lulus fakultas pertanian, lalu bekerja di pabrik sepatu. Ini
membuktikan bahwa kebanyakan orang melakukan hal yang justru tidak memiliki
target prioritas pencapaian yang dimenej secara progresif.
Itu
semua adalah contoh opportunity cost yang masif : waktu belajar selama 4 – 5
tahun di kampus menjadi hilang sia-sia. Waktu 5 tahun yang krusial digunakan
untuk belajar sesuatu yang kelak tak lagi terpakai secara optimal (atau bahkan
tidak terpakai sama sekali).
Lalu
kenapa harus spend waktu yang begitu panjang (hingga 5 tahun lamanya) untuk
sebuah kesia-siaan? Waktu 5 tahun yang teramat berharga menjadi mubazir
(mungkin ini kenapa dulu Steve Jobs, Bill Gates dan Zuckerberg memilih D.O :
mereka mungkin sadar akan bahaya opportunity cost itu).
Dalam duniakerja, contohnya : ada teman yang 8 tahun kerja di tempat yang sama, dan
karirnya stuck : tidak bergerak kemana-mana. Stagnasi karir selama 8 tahun itu
adalah opportunity cost yang mahal bagi dia. “Periode yang hilang” dalam
sejarah hidupnya. Jika ia berani pindah ke perusahaan yang lain yang tumbuh,
mungkin karir dia akan jauh lebih baik.
Ada
juga contoh lain : seorang manajer berhasrat memiliki bisnis sampingan. Ide
bisnis sudah dirancang, dan observasi pasar menunjukkan potensi sangat
menjanjikan. Hanya soalnya : ide bisnis yang keren itu tidak pernah ia eksekusi
(mungkin lantaran terlalu banyak dipikir, dianalisa, dipikir lagi, dianalisa
lagi). 4 tahun sudah berlalu, dan ide bisnis itu tak jua kunjung di-jalankan.
Dan sepanjang masa 4 tahun ini, ide bisnisnya sudah keburu dijalani oleh orang
lain yang punya ide sama dan sukses. Opportunity cost yang mahal bagi si
manajer itu. Kini ia hanya bisa manyun.
Dalam
bidang keuangan personal, banyak sampel juga. Ada orang yang punya tabungan
200-an juta. Ia lalu memutuskan untuk mengambil kredit mobil Mitsubishi Pajero
Sport (keren dong). Rekannya punya tabungan yang hampir sama. Hanya ia lebih
memilih menggunakan uangnya untuk membeli reksadana saham.
Apa
yang terjadi 3 tahun kemudian? Nilai reksadana temannya itu naik hampir 100%.
Sementara mobil Pajero-nya yang keren itu mengalami depresiasi (mungkin sekitar
30% dari hari belinya). Dari contoh ini kita bisa melihat : siapa yang
mengalami opportunity lost yang masif.
Dari
beragam sampel diatas, kita bisa melihat opportunity cost terjadi karena dua
hal. Yang pertama : salah mengambil pilihan. Yang kedua : tidak berani
mengambil pilihan.
Apapun
jenisnya, jebakan opportunity cost ini yang acap membuat jalan sukses kita
menjadi buram dan redup. Kita tidak meraih sukses dan tidak berhasil merajut
kemakmuran yang melimpah bukan karena kita bodoh atau lantaran tidak punya
skills.
Kita
acapkali gagal lantaran kita terpelanting dalam jebakan opportunity cost yang
teramat panjang dan sering tanpa disadari. Hal itu justru menjadi kendala yang
amat seriu bagi anda karena apapun yang anda hadapi sesungguhnya yang anda
hadapi adalah diri dan kemampuan anda sendiri.
Dan
sialnya, ketika sadar, kita tetap membiarkan diri dalam kubangan opportunity
lost itu, dan menikmatinya hingga entah sampai kapan. Saran kami adalah jagan
tinggal diam dan tetap lakukanlahy sesuatu yang bermanfaat. Ketika anda
kesulitan maka mari bergabung dengan kami di www.visec.or.id,
atau join langsung di menu daftar kami yang tertera di pojok kanan atas blog
ini, setelah itu klik kata berikutnya di pojok kiri bawah. Maka jangan heran
jika orang-orang menyambut anda dengan ucapan selamat anda adalah orang yang sudah
menaklukkan hidup anda.
Mari
kita bersama dalam langkah dan tujuan kedepan bersama VISEC, dan ketika anda
tak pahami itu maka anda termasuk orang yang tidak gaul dalam pergaulan BOLEH
DI BILANG KAMU KUNO KALO TAK KENAL www.visec.or.id, saya sudah membuktikannya, sekarang giliran anda
join bersama komunitas yang bisa membuat anda tak salah dalam melangkah dalam
menata konteks pencapaian masa depan yang gemilang, hanya di www.visec.or.id, LAKUKANSEBELUM ANDA MENYESAL DAN MELIHAT SELURUH ORANG
YANG TELAH MEMBUKTIKANNYA.
KLIK GAMBAR DI BAWAH INI:
Happy
Monday, my friends. Discover Your Opportunity. Discover Your Future Life.
Referensi
http://strategimanajemen.net/
Support by : VISASIA ENTREPRENEUR INDONESIA
.jpg)

0 komentar:
Post a Comment