Thursday, 15 January 2015

GERAKAN BELI INDONESIA

Unknown | 16:25 |
Oleh : Eky_Casanova

GERAKAN BELI INDONESIA
KOMUNITAS ENTREPRENEUR INDONESIA


    Jika ingin unggul dalam Masyarakat Ekonomi Asean yang di terapkan pada tahun 2015 ini, Indonesia harus membenahi sejumlah sector terutama perdagangan. Saat ini, posisi dagang Indonesia di pasar ASEAN masih rendah, yakni hanya 12 % dari total nilai dagang ASEAN. Dilihat dari sisi kompetensi , Indonesia memiliki sejumlah potensi yakni, memiliki populasi terbesar di ASEAN dengan kekayaan alam yang melimpah.


Pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 bukanlah sebuah proyek “mercusuar” tanpa roadmap yang jelas. MEA 2015 adalah proyek yang telah lama disiapkan seluruh anggota ASEAN dengan visi yang kuat.


PERTANYAANNYA : SEJAUH MANA KESIAPAN DUNIA USAHA DI INDONESIA
DALAM MENGHADAPI ERA MEA 2015?

Era globalisasi adalah era keterbukaan. Dimana batas-batas sebuah Negara yang secara fisik terpisah, menjadi terbuka. Keterbukaan ini mengandung makna bahwa sebuah Negara dapat melakukan kegiatan baik dalam bidang ekonomi, social atau budaya di tanah Negara lain. Untuk menyambut era globalisasi, tentunya sebuah Negara harus melakukan persiapan yang matang. Termasuk diantaranya persiapan terhadap media komunikasi, dan dalam hal ini penggunaan computer dan internet menjadi tokoh utama.

Kendala yang menjadi dilema kita hari ini khususnya bagi para pelaku usaha dan para entrepreneur adalah media Informasi dan Teknologi. Sejauh mana kita paham dengan system IT ? dan apakah kita punya daya dalam menjawab hal tersebut? Selanjutnya adalah apakah anda sudah memiliki komunitas yang menggunakan systemIT?


Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Sampai saat ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas di seluruh dunia. Oleh karena itu, globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.

Dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan. Kreativitas itu sendiri merupakan kemampuan berpikir yang memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian yang ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa, selalu mencari pengalaman baru, serta menghargai diri sendiri dan orang lain. Sedagkan, kemandirian sendiri merupakan kunci utama bagi individu untuk mampu mengarahkan dirinya ke arah tujuan kehidupannya. Dari deskripsi di atas, dapat dikatakan bahwa tenologi informasi dan komunikasi memberikan peluang untuk berkembangnya kreativitas dan kemandirian masyarakat. Masyarakat juga akan memperoleh berbagai informasi dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga dapat meningkatkan wawasannya. KLIK


Penggabungan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang sistem informasi. Data atau informasi zaman dahulu harus memakan waktu berhari-hari untuk diolah sebelum dikirimkan ke sisi lain di dunia, yang saat ini dapat dilakukan hanya dengan hitungan detik. Hebat, bukan??? Coba bayangkan ketika teknologi komputer dan telekomunikasi ini dikombinasikan ke dalam sebuah wadah Komunitas yang punya visi dan misi kebangkitan nasional disegala bidang???

Banyak industri kreatif seperti perhotelan (penginapan), industri kerajinan (cendera mata) dan sebagainya butuh konsep yang jelas. Selanjutnya industri-industri ini akan berdampak pada sektor-sektor lain seperti industri restoran yang akan berdampak pada pertanian, industri jasa perjalanan berdampak pada usaha catering dan sebagainya. Semuanya membutuhkan daya finansial dan dukungan (Komunitas) yang mendorong munculnya berbagai aktivitas ekonomi kecil seperti kedai minum, restoran kecil, toko cendera mata, jasa penyewaan peralatan snorkling, diving, jetski, boat, jasa penyewaan motor, mobil, penyedia translater, warung internet, pedangan asongan, pedagang buah-buahan dan kegiatan ekonomi lainnya, dengan sendirinya akan menyerap tenaga kerja. Bayangkan jika kesemuanya itu kita padukan dalam komunitas yang sudah mengkombinasikan sistem teknologi informasi dan kekuatan solidaritas antar komunitas yang sudah menjalin komunikasi yang berbentuk sharing-knowledge???

Menjawab hal yang kami gambarkan diatas justru sedikit agak sulit bagi pembaca, akan tetapi kami mencoba menawarkannya dalam bentuk IT yang anda bisa akses langsung di www.visec.or.id, bisa juga di visasia.id, sedikit gambaran singkat kami sebagai berikut :




Hanya dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan Komunitas Entrepreneur VISASIA sudah mencapai Anggota sebanyak 5,000-an partisipan yang tercatat dalam database kami dan telah menyelenggarakan Kegiatan-Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan yang berkenaan dengan pengembangan karakter dan kompensi SDM di bidang Financial Development, serta Menyususn  Rumusan kurikulum edukasi kepada setiap Anggotanya dalam wadah Komunitas Bisnis.





Impian dan pekerjaan kami adalah mengembangkan potensi e-commerce di Indonesia. Saat ini kami hadir dengan e-commerce platform yang membuat semua orang mendapatkan manfaat dari transaksi jual beli yang terjadi antar Anggota Komunitas dan Pelaku Usaha. Dengan Teknologi, kami mengembangkan sebuah system yang reliable, beautiful, smart, dan successful dengan mudah.


Dengan terbentuknya komunitas dan sistem yang berbasis teknologi informasi pada Website Supporting PT. FORTINUSA akan menjadikan VISASIA.ID sebagai sarana transaksi antar Anggota Komunitas dan Pelaku Usaha yang terdiri dari Masyarakat dan pelaku Usaha yang terdiri dari masyarakat Indonesia. Dengan prinsip gotongroyong yang diterapkan oleh komunitas kami sehingga terwujudlah dalam interaksinya yang disebut dengan sharing-knowledge. Prinsipnya, nilai perjuangan dan pesan yang dibawa bisa dikreasikan dalam mozaik cita rasa usaha.  Maka dengan itu cikal bakal indusrti kreativitas dan kemandirian yang dipelihara dan dibangun dalam Komunitas dapat menjadi jawaban akan tumbuhnya Entrepreneur (Creativepreneur, dan Sociopreneur ).

BRANDING & MARKETING


Melalui Visasia.id, Anggota komunitas diberikan pembelajaran tentang konsep pembeda antara kebiasaan Asset & Liabilitas. Selama ini hamper semua pola masyarakat kita membelanjakan Uang senantiasa diarahkan pada gaya konsumtif semata. Tetapi di Visasia.id justru gaya belanja konsumtif justru di geser orientasinya sebagai upaya pembangunan Asset Personal, bahasa kasarnya adalah kami menawarkan konsep berupa “Berbelanja sekaligus Menabung”.


NB :        SILAHKAN BERPARTISIPASI DI MENU DAFTAR KAMI YANG  TERDAPATDI POJOK KANAN ATAS BLOG INI…..

Support by : VISASIA ENTREPRENEUR INDONESIA

Share this article

0 komentar:

 
Copyright © 2015 PENA KEARIFAN
Blogger Templates | Template Design By BTDesigner