Oleh : Eky_Casanova
Jika ingin unggul dalam Masyarakat Ekonomi Asean yang di terapkan pada
tahun 2015 ini, Indonesia harus membenahi sejumlah sector terutama perdagangan.
Saat ini, posisi dagang Indonesia di pasar ASEAN masih rendah, yakni hanya 12 %
dari total nilai dagang ASEAN. Dilihat dari sisi kompetensi , Indonesia
memiliki sejumlah potensi yakni, memiliki populasi terbesar di ASEAN dengan
kekayaan alam yang melimpah.
Pembentukan
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 bukanlah sebuah proyek “mercusuar” tanpa
roadmap yang jelas. MEA 2015 adalah proyek yang telah lama disiapkan seluruh
anggota ASEAN dengan visi yang kuat.
PERTANYAANNYA : SEJAUH MANA KESIAPAN DUNIA USAHA DI
INDONESIA
DALAM MENGHADAPI ERA MEA 2015?
Era
globalisasi adalah era keterbukaan. Dimana batas-batas sebuah Negara yang
secara fisik terpisah, menjadi terbuka. Keterbukaan ini mengandung makna bahwa
sebuah Negara dapat melakukan kegiatan baik dalam bidang ekonomi, social atau
budaya di tanah Negara lain. Untuk menyambut era globalisasi, tentunya sebuah
Negara harus melakukan persiapan yang matang. Termasuk diantaranya persiapan
terhadap media komunikasi, dan dalam hal ini penggunaan computer dan internet
menjadi tokoh utama.
Kendala
yang menjadi dilema kita hari ini khususnya bagi para pelaku usaha dan para
entrepreneur adalah media Informasi dan Teknologi. Sejauh mana kita paham
dengan system IT ? dan apakah kita punya daya dalam menjawab hal tersebut?
Selanjutnya adalah apakah anda sudah memiliki komunitas yang menggunakan systemIT?
Teknologi informasi dan
komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Sampai saat ini,
perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai
bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas di seluruh dunia. Oleh karena itu,
globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.
Dalam menghadapi tantangan
kehidupan modern, kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu
beradaptasi dengan berbagai tuntutan. Kreativitas itu sendiri merupakan
kemampuan berpikir yang memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian
yang ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, berani menghadapi
resiko, tidak mudah putus asa, selalu mencari pengalaman baru, serta menghargai
diri sendiri dan orang lain. Sedagkan, kemandirian sendiri merupakan kunci
utama bagi individu untuk mampu mengarahkan dirinya ke arah tujuan
kehidupannya. Dari deskripsi di atas, dapat dikatakan bahwa tenologi informasi
dan komunikasi memberikan peluang untuk berkembangnya kreativitas dan
kemandirian masyarakat. Masyarakat juga akan memperoleh berbagai informasi
dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga dapat meningkatkan
wawasannya. KLIK
Penggabungan antara teknologi
komputer dengan telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang
sistem informasi. Data atau informasi zaman dahulu harus memakan waktu
berhari-hari untuk diolah sebelum dikirimkan ke sisi lain di dunia, yang saat
ini dapat dilakukan hanya dengan hitungan detik. Hebat, bukan??? Coba bayangkan ketika teknologi
komputer dan telekomunikasi ini dikombinasikan ke dalam sebuah wadah Komunitas
yang punya visi dan misi kebangkitan nasional disegala bidang???
Banyak industri kreatif
seperti perhotelan (penginapan), industri kerajinan (cendera mata) dan
sebagainya butuh konsep yang jelas. Selanjutnya industri-industri ini akan
berdampak pada sektor-sektor lain seperti industri restoran yang akan berdampak
pada pertanian, industri jasa perjalanan berdampak pada usaha catering dan
sebagainya. Semuanya membutuhkan daya finansial dan dukungan (Komunitas) yang
mendorong munculnya berbagai aktivitas ekonomi kecil seperti kedai minum,
restoran kecil, toko cendera mata, jasa penyewaan peralatan snorkling, diving,
jetski, boat, jasa penyewaan motor, mobil, penyedia translater, warung
internet, pedangan asongan, pedagang buah-buahan dan kegiatan ekonomi lainnya,
dengan sendirinya akan menyerap tenaga kerja. Bayangkan jika kesemuanya itu
kita padukan dalam komunitas yang sudah mengkombinasikan sistem teknologi
informasi dan kekuatan solidaritas antar komunitas yang sudah menjalin
komunikasi yang berbentuk sharing-knowledge???
Menjawab hal yang kami
gambarkan diatas justru sedikit agak sulit bagi pembaca, akan tetapi kami
mencoba menawarkannya dalam bentuk IT yang anda bisa akses langsung di www.visec.or.id,
bisa juga di visasia.id, sedikit gambaran singkat kami sebagai berikut :
Hanya dalam kurun waktu
kurang lebih tiga bulan Komunitas Entrepreneur VISASIA sudah mencapai Anggota sebanyak
5,000-an partisipan yang tercatat dalam database kami dan telah
menyelenggarakan Kegiatan-Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan yang berkenaan
dengan pengembangan karakter dan kompensi SDM di bidang Financial Development,
serta Menyususn Rumusan kurikulum edukasi kepada setiap Anggotanya dalam
wadah Komunitas Bisnis.
Impian dan pekerjaan kami
adalah mengembangkan potensi e-commerce di Indonesia. Saat ini kami hadir
dengan e-commerce platform yang membuat semua orang mendapatkan manfaat dari
transaksi jual beli yang terjadi antar Anggota Komunitas dan Pelaku Usaha.
Dengan Teknologi, kami mengembangkan sebuah system yang reliable, beautiful,
smart, dan successful dengan mudah.
Dengan terbentuknya komunitas
dan sistem yang berbasis teknologi informasi pada Website Supporting PT. FORTINUSA akan menjadikan
VISASIA.ID sebagai sarana
transaksi antar Anggota Komunitas dan Pelaku Usaha yang terdiri dari Masyarakat
dan pelaku Usaha yang terdiri dari masyarakat Indonesia. Dengan prinsip
gotongroyong yang diterapkan oleh komunitas kami sehingga terwujudlah dalam
interaksinya yang disebut dengan sharing-knowledge. Prinsipnya, nilai perjuangan dan
pesan yang dibawa bisa dikreasikan dalam mozaik cita rasa usaha. Maka
dengan itu cikal bakal indusrti kreativitas dan kemandirian yang dipelihara dan
dibangun dalam Komunitas dapat menjadi jawaban akan tumbuhnya Entrepreneur (Creativepreneur,
dan Sociopreneur ).
BRANDING &
MARKETING
Melalui Visasia.id, Anggota
komunitas diberikan pembelajaran tentang konsep pembeda antara kebiasaan Asset
& Liabilitas. Selama ini hamper semua pola masyarakat kita membelanjakan
Uang senantiasa diarahkan pada gaya konsumtif semata. Tetapi di Visasia.id
justru gaya belanja konsumtif justru di geser orientasinya sebagai upaya
pembangunan Asset Personal, bahasa kasarnya adalah kami menawarkan konsep
berupa “Berbelanja sekaligus
Menabung”.
NB : SILAHKAN BERPARTISIPASI
DI MENU DAFTAR KAMI YANG TERDAPATDI POJOK KANAN ATAS BLOG INI…..
Support by : VISASIA ENTREPRENEUR INDONESIA
Support by : VISASIA ENTREPRENEUR INDONESIA

0 komentar:
Post a Comment